Target Lifting Blok Rokan Tahun Depan Turun 15%

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Senin 27/8/2018, 20.46 WIB

Salah satu penyebabnya adalah kondisi lapangan yang tergolong tua.

Ladang Minyak
Chevron

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memprediksi ada penurunan produksi siap jual (lifting) minyak pada beberapa blok di tahun depan. Salah satunya Blok Rokan yang terletak di Riau.

Lifting minyak blok yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia ini hanya bisa 180 ribu barel per hari (bph). Padahal, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, target lifting sebesar 213.551 bph.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher tidak menampik ada potensi penurunan lifting di Blok Rokan. Apalagi blok yang sudah diserahkan ke PT Pertamina (Persero) setelah kontraknya berakhir tahun 2021 ini tergolong tua.

Dengan kondisi lapangan yang tua, Blok Rokan juga memiliki tantangan tersendiri. Misalnya adalah keterangkatan air ketika memproduksi minyak ternyata bisa mencapai 98%. "Salah satu yang dipahami lapangan cukup mature, yang dilakukan adalah optmimalisasi. Jangan sampai water cut itu lebih tinggi lagi," kata dia kepada katadata, Senin (27/8).

Meski memiliki tantangan tersendiri, lifting Blok Rokan untuk tahun depan juga bisa berubah. Semua tergantung dengan program yang akan dibahas pada November mendatang dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggara Perusahaan.

Sementara itu dari data SKK Migas, hingga Juli 2018, lifting minyak Blok Rokan baru 98,41% dari target APBN atau 210.153 bph. Hingga akhir tahun lifting minyak di blok ini diprediksi hanya mencapai 206.710 bph.

Selain Chevron ada beberapa kontraktor migas lainnya yang targetnya turun. Pertama, PT Pertamina EP sebesar 82 ribu bph, lebih rendah dari target APBN tahun ini sebesar 85.869 bph. Kedua, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) sebesar 48 ribu bph, lebih rendah dari target APBN 2018 sebesar 48.271 bph.

Ketiga, PHE ONWJ sebesar 32.500 bph, turun dari target tahun ini 33.000 bph. Keempat, Medco E&P Natuna sebesar 17.353 bph, turun dari target tahun ini 18.600 bph.

Kelima, Chevron Indonesia Company sebesar 11.248 bph, atau turun dari target tahun ini 13.000 bph. Keenam, BOB PT Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu tahun depan ditargetkan sekitar 8.480 bph, padahal di APBN tahun ini liftingnya ditargetkan 10.970 bph.

Ketujuh, Petronas Carigali (Ketapang) Ltd tahun depan liftingnya diperkirakan sekitar 11.730 bph. Padahal target tahun ini 14.433 bph.

Sebaliknya, ada kontraktor yang target lifting-nya naik. Salah satunya ExxonMobil di Blok Cepu dengan target lifting tahun depan 212 ribu bph, naik dari 213.551 bph. 

(Baca: Chevron Tak Hengkang dari Indonesia meskipun Kehilangan Blok Rokan)

Wakil Kepala SKK Migas Sukandar mengatakan perkiraan lifting minyak tahun depan sebesar 750 ribu bph atau rendah dari target APBN tahun ini sebesar 800 ribu bph. Berbeda dengan minyak, lifting gas tahun depan meningkat menjadi 1.250 ribu barel setara minyak per hari (boepd), tahun ini hanya 1.200 boepd. "Goal-nya tahun depan masih 2.000 boepd," kata dia dalam rapat dengar pendapat di Komisi VII DPR Jakarta.

Reporter: Anggita Rezki Amelia

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha