Tunda IPO, Tokopedia dan Bukalapak Fokus Perluas Pasar

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria

Senin 27/8/2018, 14.59 WIB

Karena terus memutar uangnya, Bukalapak mengakui belum meraup untung.

Tokopedia
Dok: Tokopedia

Tokopedia dan BukaLapak belum berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Alasannya, kedua unicorn Indonesia ini masih fokus memperluas pasar.

Head of Financial & Payment Services BukaLapak Destya Danang Pradityo menjelaskan, tujuan utama perusahaan bukan mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) di BEI. BukaLapak fokus memperluas pasar, sehingga bisa meningkatkan inklusi keuangan di Tanah Air.

Apalagi, pemerintah menargetkan inkluasi keuangan naik dari 49% menjadi 75% tahun depan. "IPO ini bukan journey BukaLapak, Tapi apa yang bisa kami berikan untukk ekonomi digital di Indonesia," kata dia saat seminar bertajuk 'Kemudahan Berinvestasi di Era Ekonomi Digital di BEI, Jakarta, Senin (27/8).

(Baca juga: Tokopedia dan Bukalapak Kalahkan Lazada pada Kuartal II 2018)

Dia juga mengakui, hingga saat ini perusahaannya belum meraup untung. Kendati begitu, pertumbuhan pendapatan di BukaLapak sangat pesat. "Tapi fokus utama kami hingga dua tahun ke depan, masih bagaimana caranya memperluas market. Kami kembalikan modal kami untuk memperbesar pasar," ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Head of Fintech Tokopedia Samuel Sentana. Apalagi, menurutnya masih banyak masyarakat yang mengeluarkan biaya besar sekadar untuk menjangkau layanan keuangan. Padahal, di antara mereka punya dana lebih yang bisa dialokasikan untuk berinvestasi.

Menurutnya, e-commerce masih sangat dibutuhkan untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Untuk itu, Tokopedia menyediakan produk reksadana. Dengan memperluas pasar, masyarakat secara luas bisa mendapat akses keuangan. "IPO itu bukan bagian saya (yang bicara). Tapi kami akan lanjutkan visi dan misi kami untuk ekonomi digital," kata dia.

Pada Mei 2018 lalu, BEI mengundang unicorn lainnya yaitu Go-Jek untuk berdiskusi kemudahan bagi startup melantai di BEI. Direktur Utama BEI saat itu, Tito Sulistio berharap, tahun ini banyak startup yang melantai di bursa. "Jangan tunggu besar baru go public, tapi besarlah karena go public," ujarnya.

(Baca juga: Adu Kuat Perusahaan Logistik Berebut Pasar E-Commerce)

President Go-Jek Andre Soelistyo mengatakan, BEI mendukung agar startup teknologi bisa melakukan IPO.  Ia pun melihat, BEI sudah menyiapkan berbagai pendekatan untuk mempermudah hal itu. "Akan menjadi kebanggaan kami untuk bisa melantai di sini (BEI), sehingga masyarakat Indonesia termasuk mitra pengemudi kami bisa ikut memiliki saham Go-Jek,” ujarnya.

Hanya, Andre mengaku belum menentukan waktu yang tepat untuk melakukan IPO di BEI. “Yang pasti, kami sangat serius dalam hal ini,” tutur Andre. 

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha