Indef Sebut Bank Untung Rp 1,5 Triliun dari Kolaborasi dengan Fintech

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria

Selasa 28/8/2018, 15.56 WIB

Teknologi yang dibawa oleh perusahaan-perusahaan fintech bisa membuat perbankan semakin efisien.

bank mandiri
Arief Kamaludin|KATADATA

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mematahkan anggapan bahwa kehadiran financial technology (fintech) bakal menyaingi perbankan. Dalam kajian bersama Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), menurut Indef, bank justru untung Rp 1,5 triliun bila berkolaborasi dengan fintech.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menyampaikan, analisis output-input menunjukan pendapatan perbankan meningkat 0,8% setiap tahunnya bila berkolaborasi dengan fintech lending. "Itu kalau diuangkan senilai Rp 1,5 triliun," kata dia saat diskusi bertajuk 'Dampak Fintech Terhadap Ekonomi Indonesia' di Fintech Space, Jakarta, Selasa (28/8).

Ia menyampaikan, perhitungan dampak tersebut berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keuntungan itu diperoleh karena fintech mengurangi biaya penilaian kredit (credit scoring) di bank menggunakan teknologi seperti mesin pembelajar (machine learning). Biaya untuk merekrut pegawai juga berkurang. "Masih kecil memang, tapi starting point yang bagus menggambarkan (fintech) bukan substitusi," ujarnya.

(Baca juga: Aturan OJK, Fintech Wajib Punya Server di Indonesia)

Hanya saja, menurut Direktur Aftech Ajisatria Sulaeman, peraturan yang mempermudah fintech bekerja sama dengan perbankan belum tersedia. "Perlu ada kejelasan prosedur channeling dari lembaga keuangan (seperti bank) kepada fintech," kata dia. Dengan begitu, akses fintech terhadap pemberi pinjaman (lender) dan peminjam (borrower) semakin terbuka.

Direktur PT Lunaria Annua Teknologi atau KoinWorks Benedicto Haryono menambahkan, beberapa bank tertarik berkolaborasi dengan fintech. KoinWorks bersama dengan fintech lending segmentasi mikro PT Amartha Mikro Fintek atau Amartha, misalnya, bekerja sama dengan PT Bank Mandiri Tbk (27/8). "Perspektif saya bank mau kerja sama, karena peluang bisnisnya ada," ujarnya.

Di lain kesempatan, Pejabat Eksekutif Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang menyampaikan, sinergi perbankan konvensional dan fintech sangat strategis untuk memberikan akses pembiayaan ke pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Menurutnya, Amartha dan KoinWorks akan mereferensikan mitra UMKM yang sesuai dengan kriteria kepada Bank Mandiri. 

(Baca juga: Kaum Milenial Dominasi Pembelian Reksa Dana di E-Commerce)

"Kami memanfaatkan sinergi ini untuk memperkuat penetrasi pembiayaan hingga ke kelompok usaha yang belum bisa dijangkau atau unbanked karena struktur usaha dan arus kas yang belum memenuhi syarat bank konvensional,” kata dia dalam siaran pers.

Sebelumnya, Technology Consulting Director PwC Indonesia Peni Rahayu mengatakan, sudah ada bankir  yang merespons proaktif fintech dengan langsung berinvestasi dan ada pula yang berminat untuk bermitra. Sementara itu, sebagian lainnya, dalam tahap melakukan stress test untuk melihat risiko jika tidak berinvestasi di bidang fintech.

"Sistem pembayaran dan transfer dana dilihat sebagai dua aspek yang paling berisiko untuk beralih ke fintech dalam kurun waktu lima tahun ke depan," ujar Peni.

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha