Jokowi dan KEIN Bahas Tantangan Ekonomi Hingga Insentif Industri

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Safrezi Fitra

Selasa 28/8/2018, 17.49 WIB

"Di luar itu, Presiden menyampaikan Online Single Submission (OSS) mau dikawal penyempurnaannya hingga daerah," kata Erani.

Presiden Jokowi
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) ke Istana Negara. ada beberapa hal yang dibahas yang dalam pertemuan tersebut, mulai dari kondisi terkini dan tantangan perekonomian Indonesia ke depan, hingga insentif yang dibutuhkan industri.

Hadir dalam rombongan KEIN antara lain Soetrisno Bachir, Haryadi Sukamdani, Hendri Saparini, Sudhamek A.W.S., Benny Soetrisno, hingga Johnny Darmawan. Sedangkan Jokowi ditemani oleh Staf Ahli Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika.

Usai pertemuan, Erani mengatakan KEIN meminta Jokowi memberi perhatian untuk memacu ekspor dan memangkas defisit transaksi berjalan. Salah satunya dengan meningkatkan kemampuan industri dengan memberikan insentif. "Belum dijelaskan insentifnya seperti apa, tapi pemerintah akan mempelajari kembali," kata Erani yang ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/8).

(Baca: Jokowi Kumpulkan Anak dan Cucu Konglomerat Bahas Tantangan Ekonomi RI)

Jokowi, kata Erani, mendengarkan masukan KEIN dalam pengelolaan defisit yang lebih baik, memperbaiki nilai tukar, dan menggenjot produksi barang domestik. Masukan dan saran tersebut akan dijadikan bahan diskusi dalam rapat terbatas dengan anggota Kabinet.

"Di luar itu, Presiden menyampaikan Online Single Submission (OSS) mau dikawal penyempurnaannya hingga daerah," kata Erani.

Sedangkan Pemerintah menurut Erani tekah melakukan sejumlah cara untuk memangkas defisit. Salah satunya dengan kewajiban penggunaan biodiesel dalam bahan bakar solar. Langkah lainnya adalah penguatan ekspor ke negara-negara non tradisional. Pemerintah akan melakukan pengawasan dan mengawal hal-hal tersebut.

Sedangkan Anggota KEIN Johnny Darmawan mengaku belum bisa membocorkan apa saja yang dibicarakannya dengan Jokowi. Alasannya, ini merupakan laporan KEIN kepada Presiden. Dia memberitahukan secara umum masalah yang dibahas seputar tantangan ekonomi di tengah perang dagang dan kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Terutama terhadap industri dan kebijakannya," kata dia. (Baca juga: Jokowi Minta Bantuan Konglomerat, BI: Total Devisa Ekspor Sudah 90%)

Sebelumnya, Jokowi menerima generasi kedua konglomerat di Istana untuk membicarakan hal serupa. Beberapa hal yang dibahas adalah defisit transaksi berjalan, perang dagang Tiongkok dengan Amerika Serikat, hingga permasalahan yang ada di Turki.

"Dan tidak tahu ada apa lagi yang menyebabkan ekonomi dunia semakin tidak menentu," kata Jokowi kemarin.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha