Kemenhub Serahkan 3 Bandara ke Angkasa Pura dengan Konsesi 20 Tahun

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Safrezi Fitra

Selasa 28/8/2018, 19.36 WIB

"Dalam waktu dekat kami lakukan nota kesepahaman memastikan 2019 berlangsung," kata Budi

Bandara pesawat
Arief Kamaludin (Katadata)

Kementerian Perhubungan akan menyerahkan pengelolaan tiga bandara kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni Angkasa Pura I dan II. Ketiga bandara tersebut adalah bandara Fatmawati di Bengkulu dan bandara Radin Inten II di Bandar Lampung untuk AP II dan Sentani di Jayapura untuk AP I.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan BUMN tersebut akan mengelola tiga bandara mulai 2019 dengan skema kerja sama konsesi. Dia juga memperkirakan lama masa konsesi mencapai 20 tahun. "Dalam waktu dekat kami lakukan nota kesepahaman memastikan 2019 berlangsung," kata dia di Jakarta, Selasa (28/8).

ketiga bandara yang akan dilepas juga memiliki jumlah penumpang tahunan yang cukup besar. Budi mengatakan bandara Radin Inten II dan Sentani memiliki lalu lintas penunpang 2 juta tahun lalu. Sedangkan bandara Fatmawati memiliki lalu lintas penumpang 1,2 hingga 1,5 juta. Bandara Sentani lebih banyak arus logistiknya.

(Baca: Kemenhub Siap Melepas Pengelolaan 10 Bandara)

Pelepasan bandara ini bagian pengelolaan 10 bandara kepada badan usaha pelat merah ataupun swasta. Bandara-bandara ini akan dilepaskan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Bulan lalu Budi mengatakan
yang paling siap untuk dilepas tahun ini adalah Tjilik Riwut di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Sembilan bandara lainnya adalah Radin Inten II di Lampung, HAS Hanandjoeddin di Bangka Belitung, F.L Tobing di Sibolga, dan Maimun Saleh di Sabang. Selanjutnya, Bandara Fatmawati di Bengkulu, Sentani di Jayapura, serta bandara di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Nias.

(Baca juga: Jokowi Perintahkan Pengelolaan Lima Bandara Dilepas ke Swasta)

Langkah melepas pengelolaan bandara ini dilakukan untuk mengefisienkan anggaran Kemenhub, agar bisa lebih diarahkan ke proyek-proyek di daerah terpencil. Beberapa proyek yang dapat dikembangkan antara lain percepatan Bandara Buntu Kunik di Toraja, Pikonserai di Lampung Barat, hingga Bandara Sukabumi.

Pembangunan Bandara Buntu Kunik dan Pikonserai akan dipercepat pembangunannya agar bisa rampung tahun depan. Sebelumnya, bandara ini ditargetkan bisa selesai pembangunannya pada 2020. "Sedangkan Sukabumi akan selesai 2020 dari sebelumnya 2021," kata dia.

(Baca: Lepas Operasional Bandara dan Pelabuhan, Kemenhub Bisa Hemat Rp 1T)

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha