Pengaliran Gas Bumi dari Blok A di Aceh Menanti Regulasi Harga

Penulis: Anggita Rezki Amelia dan Fariha Sulmaihati

Editor: Arnold Sirait

Selasa 28/8/2018, 18.47 WIB

Penyaluran gas dari Blok A pun berubah, tidak lagi ke Pupuk Iskandar Muda, tapi PLN.

pipa gas Pertamina
Arief Kamaludin|KATADATA

Gas bumi dari Blok A di Aceh hingga kini belum bisa mengalir. Padahal, PT Medco E&P Malaka sudah menyelesaikan fasilitas produksi dari blok tersebut sejak April 2018. Target pemerintah untuk mengalirkan gas tersebut pada Agustus ini pun terancam meleset.

Jalan berliku untuk mengalirkan gas dari bumi Aceh pun harus ditempuh. Awalnya, Medco dan Pertamina sudah sepakat untuk jual beli gas tersebut. Gas ini pun akan dipasok ke PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Volumenya sekitar 58 mmscfd.

Namun, di tengah jalan, skema itu berubah. Gas dari Blok A tidak bisa dialirkan ke pabrik pupuk tersebut. Alasannya, jika dialirkan gas tersebut akan melawan arus pipa.

Agar gas itu bisa mengalir ke Pupuk Iskandar Muda, Pertamina harus membangun pipa baru. Jika, cara itu ditempuh, mau tidak mau, perusahaan pelat merah itu harus merogoh kantongnya lebih dalam lagi.

Pertamina pun akhirnya enggan mengambil jalan itu. Tak mau kehilangan akal, perusahaan milik negara itu menawarkan skema tukar guling (swap). Jadi, Pupuk Iskandar Muda tak akan menerima gas dari Blok A. Mereka akan mendapatkan pasokan dari PT Pertamina Arun Gas (PAG) yang juga berada di Lhokseumawe.

Adapun, gas dari Blok A yang seharusnya dipasok ke PIM akan ditawarkan ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero). Dengan skema itu, harapannya, gas dari blok tersebut bisa segera mengalir.

Apalagi dari segi hulu Medco sudah siap mengalirkan gas kepada konsumen. "Tinggal buka keran, secara teknis sisi hulunya sudah okay. Paling cepat tuh harusnya bulan lalu, kita harapkan minggu ini sudah selesai," kata Spesialis Madya Bisnis Manajemen Direktorat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), Azhari Idris, kepada Katadata.co.id, di Jakarta, Senin (27/8).

Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Gigih Prakoso tidak membantah ada perubahan skema dalam penyaluran gas dari Blok A. Secara teknis, gas itu memang tidak bisa mengalir ke Pupuk Iskandar Muda melalui pipa Pertamina.

Pipa Pertamina dari Arun ke Belawan itu hanya satu arah dan menuju bawah. Sedangkan pabrik pupuk itu ada di atas, dan Blok B berada di tengah. Jadi gas tak bisa mengalir. “Kecuali Medco membangun sendiri, terus menyambungkan ke pipa kami yang di Blok NSO, lalu mengalirkan ke atas,” ujar dia.

Untuk itu, Pertamina mengalihkan gas untuk PIM dari Blok A ke PLN. Kedua belah pihak ini pun sudah sepakat. Apalagi, PLN butuh gas sebanyak 110 mmscfd. Jadi, kekurangan itu akan dipasok dari gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG).  

Kepala Divisi Pengadaan Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi PLN Chairani Rachmatullah mengatakan negosiasi gas dengan Pertamina sudah selesai. “Lagi proses tanda tangan. Mengenai harga, kami terikat pasal confidentiality,” ujar dia kepada Katadata.co.id, Selasa (28/8).

Meski ada peralihan, PLN tetap membayar harga yang sama dengan PIM. Harga gas untuk PLN ini nantinya US$ 7,08 per mmbtu. Harga tersebut sebenarnya turun dari kesepakatan awal US$ 9,45 per mmbtu.

Dengan kesepakatan itu, Pertamina juga tidak mendapatkan keuntungan besar. Ini karena harga dari mulut sumur Medco sudah mencapai US$ 7,05 mmbtu.

(Baca: Harga Turun Jadi US$ 7,08 per MMBTU, Gas Blok A Mengalir Agustus)

Walaupun, secara bisnis sudah ada kesepakatan, menurut Gigih, untuk bisa mengalirkan gas tersebut masih menunggu aturan dari Kementerian ESDM mengenai harga gas. “Kami sudah sepakat dan menunggu keputusan pemeritah kan harus ada Peraturan Menteri ESDM. Orang tidak berani bergerak kalau tak ada aturan,” ujar dia.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha