Teknologi EOR Diterapkan Secara Penuh di Blok Rokan Tahun 2024

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Selasa 28/8/2018, 22.06 WIB

Pertamina membantah, teknologi itu tidak digunakan di awal peralihan kontrak karena masalah dana.

Ladang Minyak
Chevron

 

PT Pertamina (Persero) menargetkan program produksi tingkat lanjut (Enhanced Oil Recovery/EOR) secara penuh (full scale) di Blok Rokan bisa diterapkan 2024. Ini untuk menopang produksi blok tersebut setelah kontrak berakhir 2021 dan pengelolaannya beralih dari Chevron ke Pertamina.  

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan tahun pertama mengelola Blok Rokan tidak langsung menerapkan teknologi itu. Perusahaan pelat merah ini hanya melakukan pengeboran sumur pengembangan, pengerjaan ulang sumur, dan steam flooding.

Selain itu, di awal pengelolaan Rokan nantinya Pertamina akan mengoptimalkan agar kadar air yang terangkat saat memproduksi minyak (water cut) bisa semakin optimal. "Pertamina itu di tahap awal tidak langsung dengan EOR," kata Syamsu di Jakarta, Selasa (28/8).

EOR itu akan diterapkan di tujuh titik Lapangan Minas. Namun, masih sebatas uji coba dan belum dilakukan penuh. Uji coaba ini untuk mengetahui berapa potensi tambahan minyak yang bisa diperoleh Pertamina dengan memakai EOR.

Syamsu memperkirakan tambahannya sekitar 100 ribu barel per hari (bph). Hasil uji coba itu baru terlihat tahun 2028 setelah dilakukan tahun 2024.

Penerapan EOR pada 2024 itu sudah sesuai dengan rencana kerja Pertamina dan mempertimbangkan karakteristik reservoir Blok Rokan. Jadi, bukan karena finansial. "Karena memang reservoirnya begitu," ujar dia.

Saat ini, Pertamina belum bisa mengakses data EOR yang diterapkan Chevron karena memiliki hak paten. Pertamina bisa melanjutkan program EOR yang kini dikerjakan Chevron asal sudah mendapat restu dari SKK Migas dan juga Chevron.

Syamsu berharap pihaknya bisa segera masuk ke Blok Rokan untuk melakukan transisi. Dengan demikian Pertamina bisa berupaya untuk menekan penurunan produksi minyak di Blok tersebut.

(Baca: Target Lifting Blok Rokan Tahun Depan Turun 15%)

Namun sebelum transisi dilakukan Pertamina harus lebih dulu menyelesaikan penandatanganan kontrak blok tersebut. Menurutnya penandatanganan kontrak Blok Rokan diharapkan bisa diteken tahun ini

Reporter: Anggita Rezki Amelia

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha