Buyung Poetra Bangun Pembangkit Listrik Sekam Pertama di Indonesia

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Safrezi Fitra

Rabu 29/8/2018, 15.29 WIB

"Jadi, kalau malam tidak terpakai, listriknya bisa jual ke PLN," kata Dion

Pembangkit Listrik Tenaga Air, Kracak, Bogor
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Buyung Poetra Sembada tengah membangun pembangkit listrik bertenaga sekam padi di Banyuasin, Sumatera Selatan. Perusahaan publik berkode emiten HOKI ini, membangun pembangkit dengan kapasitas 3 megawatt.

"Soal pembangkit listrik tenaga sekam padi, itu kapasitas 3 megawatt. Ini jadi yang pertama di Indonesia," kata Investor Relation HOKI Dion Surijata di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (29/8).

Produsen beras merek Topi Koki ini telah menyiapkan dana sekitar Rp 70 miliar untuk membangun pembangkit tersebut. Sejauh ini, perusahaan sudah mengeluarkan dana sekitar Rp 35 miliar, sedangkan progres pembangunan pembangkit ini sudah mencapai 50%.

Dengan progres tinggal setengah jalan, Dion memperkirakan pembangkit ini dapat selesai sekitar Maret atau April tahun depan. Setelah rampung dan beroperasi, HOKI berencana menggunakan listrik hasil pembangkit ini untuk pabrik pengolahan padi yang mereka miliki. Tidak menutup kemungkinan HOKI menjual kelebihan listriknya kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN).

(Baca: Panel Surya Ancam Bisnis PLN)

"Jadi, kalau malam tidak terpakai, listriknya bisa jual ke PLN. Kami masih tahap penjajakan, karena PLN kan belum ada (pembangkit) yang seperti ini," kata Dion. 

Menurut Dion, sekam merupakan limbah penggilingan padi. Di daerah sekitar pabriknya, limbah ini tidak laku dijual ke pabrik semen atau pabrik baja. Industri ini lebih memilih menggunakan batu bara yang harganya lebih murah.

Sekam yang dijual ke untuk media tanam pun hanya menyerap 40 ton per harinya. Sedangkan penyaluran sekam padi untuk pembangkit listrik, mampu menyerap hingga 100 ton per harinya. "Untuk mengatasi masalah limbah, kami produksi kembali. Agar tidak ada limbah seperti di Thailand, India, Filipina mereka sudah punya, hanya Indonesia yang tidak ada," kata Dion.

(Baca: Jokowi Resmikan Pembangkit Tenaga Angin Pertama di Indonesia)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha