Darmin Terkejut Krisis Argentina Menambah Kejatuhan Rupiah

Penulis: Rizky Alika

Editor: Dini Hariyanti

Jum'at 31/8/2018, 17.38 WIB

“Memang ada unsur agak surprise juga urusan Argentina ini”.

Kurs rupiah
Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, dampak krisis di Argentina terhadap perekonomian Asia Tenggara termasuk Indonesia tak terelakkan. Pada hari ini, Jumat (31/8), rupiah menembus Rp 14.800 per dolar Amerika Serikat (AS).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menuturkan, nasib serupa dialami ringgit Malaysia dan baht Thailand. “Memang ada unsur agak surprise juga urusan Argentina ini,” katanya ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (31/8). 

Argentina meminta bantuan dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund / IMF) sebesar US$ 50 miliar untuk mengatasi krisis ekonominya. Sebelumnya, Negeri Tango mengalami arus keluar dana asing hingga menyeret kurs peso ke kisaran ₱ 40 per dolar AS. Alhasil, bank sentral Argentina mengerek bunga acuan sampai 60%.

Darmin mengatakan, pandangan global secara umum meyakini bahwa Argentina mampu melewati fase krisis tersebut. “Itu (kurs peso) sudah tingkat yang luar biasa sehingga biasanya kalau sudah begitu, pasar jittery (gelisah); wah ini enggak beres,” ujarnya.

Efek turunannya adalah negara-negara dengan neraca pembayaran yang defisit ikut terpengaruh. Adapun, Indonesia mengalami defisit neraca pembayaran per semester pertama tahun ini mencapai US$ 8,16 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun lalu tercatat surplus US$ 5,25 miliar.

Menko perekonomian menilai, nilai tukar rupiah terus fluktuatif karena juga terimbas sentimen pasar terkait tren penaikan suku bunga acuan AS, Fed Funds Rate. Apalagi bank sentral AS sudah memberikan sinyal penaikan sampai 2019. 

"Kita juga pasti harus mengambil langkah-langkah mengikuti itu. Berarti kita akan kena dampaknya baik di tingkat bunga dan inflasi karena imported inflation, tetapi sejauh ini belum," ujar Darmin.

Mengacu pada Reuters, mata uang Garuda menembus Rp 14.829 per dolar AS di pasar spot pada Jumat (31/8). Angka ini melemah 0,94% dibandingkan penutupan kemarin, Kamis (30/8). Pergerakan rupiah hari ini terpantau pada rentang 14.695 - 14.884.

(Baca juga: Rupiah Tembus 14.800, BI Borong Surat Berharga di Pasar Sekunder)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha