Indonesia Jadi Negara Pertama yang Dikunjungi PM Baru Australia

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Safrezi Fitra

Jum'at 31/8/2018, 16.36 WIB

Menteri Luar Negeri Retno P. Marsudi kemarin mengatakan salah satu materi pembahasan adalah kelanjutan perjanjian dagang Indonesia – Australia.

Aksi 212
Arief Kamaludin|KATADATA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Australia Scott Morrisson di Istana Kepresidenan, Bogor. Kedatangan Morrison ke Indonesia merupakan kunjungan kenegaraan pertamanya sejak dirinya dilantik 24 Agustus lalu.

Dari keterangan Sekretariat Presiden, usai sesi foto bersama dan penandatanganan buku tamu, Jokowi dan Morrison akan menanam pohon, menggelar pertemuan bilateral dan memberikan keterangan pers bersama. Bahkan nanti malam akan digelar jamuan makan malam yang digelar Jokowi dengan Morrison di tempat yang sama.

(Baca : Perundingan Dagang Indonesia-Australia Ditargetkan Rampung Tahun Ini)

Belum diketahui persis pembicaraan apa yang digelar Jokowi dan Morrison. Namun, Menteri Luar Negeri Retno P. Marsudi kemarin mengatakan salah satu materi pembahasan adalah kelanjutan perjanjian dagang Indonesia – Australia. “Salah satunya adalah menyelesaikan negosiasi ini,” kata Retno kemarin.

Retno juga menambahkan perundingan yang bernama resmi Indonesia – Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) sebenarnya sudah hampir rampung dari sisi substansi. Tapi masih ada lagi persoalan teknis yang perlu diselesaikan. Dia mengakui pembahasan mengenai CEPA Indonesia-Australia, sudah lama dan hingga kini belum juga rampung.

(Baca: Kerja Sama BI dan Bank Sentral Australia Buat Perkuat Bantalan Devisa)

Dalam bulan ini, Jokowi telah menerima dua tamu negara di Istana Bogor, yakni Morrison dan Namibia Hage Gottfried Geingob. Dengan Gengob, Jokowi membicarakan investasi, perdagangan, hingga komitmen memberantas penangkapan ikan secara illegal dengan Jokowi.

 Jokowi mengatakan PT Wijaya Karya (Persero) akan menggarap pembangunan rumah sewa pemerintah sebanyak 2.000 unit di Namibia. "Bahkan (diharap) dalam unit yang lebih besar lagi," kata Jokowi.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha