Pembayaran Bonus Tanda Tangan Terganjal Surat Alih Kelola Blok Rokan

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Arnold Sirait

Jum'at 31/8/2018, 14.42 WIB

Meski pengelolaan sudah diputuskan sejak akhir Juli lalu, Kementerian ESDM tak kunjung menerbitkan surat keputusan alih kelola Blok Rokan.

Sumur Minyak
Chevron

PT Pertamina (Persero) hingga kini belum bisa menyetorkan bonus tanda tangan untuk Blok Rokan di Riau. Alasannya, mereka belum mendapatkan surat keputusan alih kelola blok tersebut.  Padahal, sejak 31 Juli 2018, Kementerian ESDM memutuskan pengelolaan Blok Rokan beralih dari PT Chevron Pacific Indonesia ke Pertamina setelah kontrak berakhir.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan perusahaannya akan melunasi bonus tanda tangan itu setelah ada surat keputusan dari Kemeterian ESDM. “Surat dari Kementerian ESDM belum turun, setelah itu baru bisa dilunasi," kata dia, di Jakarta, Jumat (31/8).

Adapun bonus tanda tangan yang harus dibayarkan Pertamina mencapai US$ 783 juta atau Rp 11,3 triliun. Sedangkan komitmen pastinya sebesar US$ 500 juta.

Pembayaran bonus tanda tangan ini merupakan salah satu syarat untuk menandatangani kontrak. Syarat lainnya adalah membayar 10% dari komitmen pasti sebagai jaminan pelaksanaan program-program.

Menurut Adiatma, Pertamina bisa mengebor beberapa sumur di Blok Rokan lebih awal sebelum kontrak PT Chevron Pacific Indonesia berakhir tahun 2021. “Tahap awal akan dilakukan pengeboran, sama seperti Blok Mahakam," kata dia.

Saat itu, Pertamina bisa berinventasi untuk mengebor Blok Mahakam setahun sebelum kontrak berakhir. Adapun kontrak Blok Mahakam berakhir 31 Desember 2017.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan Pertamina bisa berinvestasi lebih baik. Bahkan, Chevron berkomitmen untuk membantu Pertamina dan melakukan proses transisi semulus mungkin.

Dengan begitu produksi minyak bumi di Blok Rokan bisa tetap terjaga. “Mungkin lebih baik daripada Blok Mahakam,” ujar Arcandra, Kamis (30/8).

(Baca: Transisi Blok Rokan Dipersiapkan Lebih Baik Daripada Mahakam)

Hingga semester I tahun 2018, produksi siap jual (lifting) Blok Rokan mencapai 207.148 barel per hari (bph). Itu di bawah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 213.551 bph.

Tahun depan, lifting Blok Rokan juga diprediksi menurun. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) menargetkan lifting minyak, Blok Rokan hanya bisa 180 ribu barel per hari (bph).

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha