Jokowi Siapkan Langkah Jangka Pendek Hadapi Tekanan Rupiah

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Safrezi Fitra

Senin 3/9/2018, 19.33 WIB

KSSK akan menindak tegas spekulan yang memanfaatkan pelemahan rupiah untuk mencari keuntungan.

Rupiah
Arief Kamaludin|KATADATA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil sejumlah menteri dan pejabat lembaga lainnya untuk melaporkan kondisi perekonomian terkini. Pemerintah tengah mencari langkah yang bisa dilakukan dalam menstabilkan perekonomian dan rupiah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek untuk mengatasi masalah nilai tukar rupiah yang terus tertekan. Untuk saat ini, pemerintah akan mengambil kebijakan yang bisa memperkuat devisa.

"Karena ini yang memang bisa dikontrol," kata Sri Mulyani usai rapat dengan Jokowi dengan para menteri dan pimpinan lembaga di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/9). (Baca: Gejolak Kurs Rupiah Diprediksi Bisa Berlangsung Hingga Akhir Tahun)

Pemerintah akan segera mengeluarkan kebijakan pembatasan impor barang konsumsi. Beberapa barang tersebut harus bisa digantikan dengan produksi dalam negeri. Saat ini Kemenkeu sudah mengidentifikasi apa saja barang yang siap dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) impor.

Selain itu, kata Sri, pemerintah dan BI juga akan melakukan langkah koordinatif untuk menjaga pasokan dolar Amerika Serikat (AS) bagi PT Pertamina dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membayar utang valasnya. Apalagi pasar saat ini menganggap pergerakan nilai tukar dengan sensitif.

"Kalau pun dilakukan, bagaimana suplai dolar dilakukan tanpa mengubah sentimen pasar,” kata dia. 

Selain itu Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan menindak tegas spekulan yang memanfaatkan pelemahan rupiah untuk mencari keuntungan. Namun, Sri tidak menyebutkan sanksi tegas apa yang akan diberikan kepada spekulan tersebut.

KSSK akan mencari tahu siapa saja pelaku industri yang memanfaatkan dolar AS untuk hal yang terlegetimasi maupun yang hanya spekulasi. Keperluan  terlegitimasi menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini ketika dolar digunakan untuk impor barang produktif hingga membayar utang. “Kalau tidak kan mereka melakukan hal yang spekulatif,” katanya.

(Baca: S&P Peringatkan Bahaya Jika Rupiah Tembus 15 Ribu per Dolar AS)

Selain Sri, beberapa menteri lain juga ikut rapat dengan Presiden. Mereka adalah Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, hingga Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Gubernur BI Perry Warjiyo dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso juga hadir.

Wimboh mengatakan kondisi perbankan nasional saat ini masih dapat dikatakan aman. Namun, Jokowi memberi arahan agar komunikasi dengan publik terkait kondisi saat ini disampaikan dengan baik dan mudah. “Koordinasi yang bagus, bicara kepada publik agar masyarakat tidak khawatir,” kata Wimboh.

Berdasarkan kurs mata uang harian di Bloomberg, nilai tukar mata uang rupiah diperdagangkan dengan nilai Rp 14.815 per dolar AS. Sedangkan dari kurs referenis Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah hari ini diperdagangkan dengan nilai Rp 14.767 per dolar.

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha