Kementerian ESDM Terbitkan Surat Alih Kelola Blok Rokan

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Senin 3/9/2018, 21.23 WIB

Surat yang terbit 6 Agustus 2018 itu bisa menjadi dasar Pertamina membayar bonus tanda tangan dan jaminan pelaksanaan.

Kementerian ESDM
Arief Kamaludin | Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan telah menerbitkan surat alih kelola Blok Rokan. Hal ini menanggapi pernyataan pihak PT Pertamina yang mengaku belum menerima surat itu. Sehingga pembayaran bonus tanda tangan dan jaminan komitmen tertunda.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Ediar Usman mengatakan surat itu berisi tentang persetujuaan pengeolaan dan penetapan bentuk, syarat, dan ketentuan kontrak kerja sama. "Kalau surat alih kelola sudah terbit tanggal 6 Agustus 2018 yang lalu," kata dia kepada Katadata.co.id, Senin (3/9).

Surat alih kelola itu bisa menjadi landasan Pertamina menyelesaikan pembayaran bonus tanda tangan dan jaminan pelaksanaan alias performance bond Blok Rokan sebelum kontraknya diteken. Adapun kontrak Blok Rokan berakhir tahun 2021.

Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan perusahaannya akan melunasi bonus tanda tangan itu setelah ada surat keputusan dari Kemeterian ESDM. “Surat dari Kementerian ESDM belum turun, setelah itu baru bisa dilunasi," kata dia, di Jakarta, Jumat (31/8).

Adapun bonus tanda tangan yang harus dibayarkan Pertamina mencapai US$ 783 juta atau Rp 11,3 triliun. Sedangkan komitmen pastinya sebesar US$ 500 juta.

Pembayaran bonus tanda tangan ini merupakan salah satu syarat untuk menandatangani kontrak. Syarat lainnya adalah membayar 10% dari komitmen pasti sebagai jaminan pelaksanaan program. (Baca: Pembayaran Bonus Tanda Tangan Terganjal Surat Alih Kelola Blok Rokan)

Menurut Adiatma, Pertamina bisa mengebor beberapa sumur di Blok Rokan lebih awal sebelum kontrak PT Chevron Pacific Indonesia berakhir. “Tahap awal akan dilakukan pengeboran, sama seperti Blok Mahakam," kata dia.

Saat itu, Pertamina bisa berinventasi untuk mengebor Blok Mahakam setahun sebelum kontrak berakhir. Adapun kontrak Blok Mahakam berakhir 31 Desember 2017.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan Pertamina bisa berinvestasi lebih baik. Bahkan, Chevron berkomitmen untuk membantu Pertamina dan melakukan proses transisi semulus mungkin.

Dengan begitu produksi minyak bumi di Blok Rokan bisa tetap terjaga. “Mungkin lebih baik daripada Blok Mahakam,” ujar Arcandra, Kamis (30/8).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha