Dolar AS Terus Menguat, Masyarakat Mulai Ramai Tukar Dolar

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

Selasa 4/9/2018, 18.53 WIB

Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang menebus Rp 14.900 menjadikan masyarakat mulai berbondong-bondong menukarkan dolarnya untuk mendapat pundi rupiah.

Penukaran uang dolar AS
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Penukaran uang dolar AS di sebuah gerai Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) di Malang, Jawa Timur, Kamis (23/2).

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tengah menjadi sorotan.  Rupiah terus menempati  posisi terlemah sejak krisis finansial 1998 pada level Rp 14.900, mulai menuai respon masyarakat yang ingin menukarkan dollar menjadi pundi-pundi rupiah.

Berdasarkan pantauan Katadata , harga beli dolar AS di Piti Pili Money Changer, Tebet, Jakarta Selatan siang tadi  masih terpantau sebesar Rp 14.780. “Dolar (AS) naik terus, sekarang lebih tinggi dibandingkan kemarin,” kata seorang petugas berkerudung, Selasa (4/9).

Meski aktivitas tempat pertukaran itu tampak sepi, namun selepas pukul satu siang aktivitas peningkatan penukaran dolar sudah mulai tampak. Seorang pria paruh baya berpakaian rapi masuk untuk melakukan transaksi penukaran dolar AS.

Namun rupanya transaksi tak berjalan lancar sebab petugas pun memberikan jawaban bahwa rupiah sedang kosong, sehingga harus menunggu. Demikian halnya untuk transfer uang. 

(Baca : Perang Dagang hingga Krisis Argentina Menekan Rupiah Mendekati 14.900)

Pria paruh baya yang enggan menyebut namanya itu tampak kecewa. Kepada Katadata dia bercerita bahwa telah mengantre lama hingga akhirnya menyerah di tempat penukaran uang sebelumnya yang berani membeli dolar AS dengan harga tinggi di kisaran harga Rp 14.890 per dolar AS.

Mendapatkan informasi tersebut, Katadata coba menyambangi tempat penukaran uang yang dimaksud yakni VIP di bilangan Cikini, Jakarta Pusat. Berdasarkan pantauan, tempat penukaran uang tersebut tampak sudah sangat ramai. Antrean panjang pun penyambut tamu yang baru datang.

Ketika Katadata datang, nomor antrean sudah mencapai angka 900-an. Orang-orang yang menunggu antrean transaksi pun hanya bisa duduk di lantai karena tidak mendapatkan kursi. Pada layar berjalan di money changer  VIP, tertera harga beli dolar AS senai Rp 14.940.

“Baru dua hari ini ramai banget, biasanya tidak seperti ini,” kata seorang petugas keamanan bernama Denny Fernandez.

Denny mengungkapkan, untuk 100 antrean bisa memakan waktu lebih dari 30 menit.

Beberapa orang yang mengantre pun masih memegang nomor jauh dari angka panggilan yang sedang bertransaksi. Terlihat seorang pasangan memegang antrean di angka 50-an, namun ketika hitungan antrean kembali memutar ke awal, pasangan itu memutuskan pergi.

Seorang pegawai perusahaan pelat merah, Alitha Pratiwi (25), mengaku mempertimbangkan  menukarkan sebagian dolar AS miliknya menjadi rupiah  seiring dengan nilai rukar dolar yang terus naik. Namun, dia mengaku masih menyimpan sebagian dolarnya sebagai simpanan atau dana darurat.“Kayaknya akan ditukar tapi tidak semua, sebagian ditahan dulu,” ujarnya.

(Baca: Kumpulkan Menteri, Jokowi Siap Rilis Kebijakan Lawan Pelemahan Rupiah).

Sementara itu, pegawai swasta perusahaan produk susu asing, Rezza Jaya (29), mengaku masih menahan diri untuk menjual dolar AS ke tempat pertukaran uang. Rezza memperkirakan dolar AS masih akan menguat dalam beberapa waktu ke depan.

Di tempat penukaran uang lain, SAV Money Changer,  di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, seorang pegawai swasta yang bekerja di salah satu perusahaan yang  bergerak di bidang ekspor, Febby Zortunella (27) berencana menukarkan dolar AS untuk kepentingan operasional perusahaannya.

Dia menukar dengan nilai tukar Rp 14.850 per dolar AS. Namun, satu jam setelah selesai penukaran, nilai tukar dolar terhadap rupiah kembali bergerak naik menjadi Rp 14.950 sehingga dia berencana menukarkan lebih banyak dana.

“Besok kayaknya akan tukar lebih banyak,” kata Febby.

Analis Monex Investindo Futures, Dini Nurhadi Yasyi, menjelaskan sekarang adalah momentum tepat untuk masyarakat yang mencari keuntungan dari perubahan kurs rupiah. Sebab, nilai tukar rupiah terhadap dolar hampir mencapai Rp 15 ribu.

(Baca: Darmin Terkejut Krisis Argentina Menambah Kejatuhan Rupiah).

Namun, Dini menekankan bahwa masyarakat juga harus bijak dalam memutarkan uangnya jika ingin menukarkan dolar AS-nya ke rupiah. Contohnya seperti pembelian surat utang dalam bentuk Saving Bonds Retail (SBR), mengingat Bank Indonesia (BI) juga meningkatkan suku bunga. “Lebih baik masyarakat memanfaatkan rupiah untuk dapat keuntungan yang lebih karena sudah melepas dolarnya,” ujar Dini.

Dia menuturkan, pada teorinya, penukaran dolar AS ke rupiah akan membantu kurs mata uang nasional karena perputaran rupiah. Namun, kondisi perekonomian yang tak stabil juga masih menjadi kendala bagi berbagai macam perekonomian. Sehingga, langkah pemerintah dan BI selanjutnya akan menjadi penentu fluktuasi nilai mata uang rupiah nantinya.

Mengutip data Bloomberg, mata uang rupiah ditutup di kisaran Rp14.935 per US$ atau melemah 120 poin.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha