Nielsen: Masyarakat Semakin Percaya Ada Krisis di Semester I 2018

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

Rabu 5/9/2018, 20.23 WIB

Persepsi masyarakat Indonesia terhadap resesi ekonomi pada kuartal II 2018 naik menjadi 56% dari 55% di kuartal I 2018.

Perdagangan dan Retail
Arief Kamaludin | Katadata
Sejumlah pembeli berbelanja di Pasar Swalayan Tip Top, Jakarta, Senin, (21/07). Jelang Iedul Fitri 1435 H, masyarakat menyerbu pusat perbelanjaan untuk mendapatkan potongan harga untuk produk-produk retail.

Nielsen Indonesia mencatat  tingkat kepercayaan konsumen Indonesia terhadap resesi mengalami peningkatan pada semester pertama 2018, meskipun pada kuartal II 2018 ada momentum Lebaran yang berpotensi mendorong tingkat kepercayaan konsumen tinggi.

Managing Director, Nielsen Indonesia, Agus Nurudin, menyebutkan tingkat kepercayaan konsumen terhadap krisis per kuartal terlihat sejak semester kedua 2017. “Masyarakat menyadari ada persepsi kemungkinan Indonesia terjadi resesi,” kata Agus di Jakarta, Rabu (5/9).

Berdasarkan catatan Nielsen, tingkat persepsi masyarakat Indonesia terhadap resesi ekonomi pada kuartal III 2017 sebesar 47%, kemudian naik menjadi 53% pada kuartal IV 2017.  Adapun pada kuartal I 2018, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap resesi ekonomi semakin meningkat menjadi sebesar 55% dan kembali mencatat kenaikan pada kuartal II 2018 menjadi sebesar 56%.

Kepedulian masyarakat terhadap kondisi perekonomian juga meningkat pada kuartal kedua 2018 mencapai 32% dari kuartal pertama 2018 yang sebesar 30%, melampaui perhatian masyarakat terhadap masalah terorisme 31% dan kondisi politik 20%. 

(Baca  : Survei Nielsen 2017: Makin Banyak Konsumen Percaya akan Ada Krisis)

Agus menjelaskan, kekhawatiran masyarakat juga tergambar pada indeks kondisi keuangan pribadi yang menurun dari 85 pada kuartal I 2018 menjadi 82 pada kuartal II 2018. “Rasa aman masyarakat berkurang secara finansial,” ujarnya.

Meski begitu, indeks tingkat kepercayaan masyarakat terhadap prospek pekerjaan tetap stabil di angka 71 pada dua kuartal 2018. Sedangkan, indeks  keinginan masyarakat untuk berbelanja juga naik tipis menajdi 63 per kuartal II 2018 dari sebelumnya 62 di kuartal I 2018.

Dengan faktor keamanan finansial, keinginan berbelanja, serta prospek pekerjaan membuat indeks keyakinan konsumen Indonesia secara keseluruhan pada kuartal II 2018 tercatat sebesar 127 poin, stabil dibandingkan kuartal I 2018. Capaian tersebut juga menjadikan Indonesia sebagai negara teroptimis dibandingkan 63 negara di Asia Pasifik.

(Baca juga: Nielsen: Penjualan Turun Akibat Daya Beli Lemah, Bukan Tren Online)

Survey Nielsen bertajuk Global Consumer Confidence digelar pada 10 Mei-28 Mei 2018 terhadap 32.000 konsumen online  di 64 negara di kawasan Asia Pasifik, Eropa, Amerika Latin,Timur Tengah, Arfika da Amerika Utara. 

Agus menjelaskan,  ketidakpastian situasi global turut menjadikan indeks keyakinan konsumen dunia menurun. Nielsen mencatat, hanya Australia, Jepang, dan Malaysia yang tingkat keyakinan masyarakatnya naik. Sementara itu, indeks keyakinan konsumen rata-rata Asia Pasifik terpantau berada di bawah angka 112.

Untuk kuartal ketiga 2018, dia memperkirakan tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia masih akan tinggi, meskipun dia tidak menyebut kisaran indeksnya. “Batas amannya 100,” kata Agus.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha