Temui Luhut, Petinggi Chevron Sampaikan Akan Fokus Garap Proyek IDD

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Rabu 5/9/2018, 13.31 WIB

Chevron masih merevisi proposal Proyek IDD.

Chevron
Agung Samosir|KATADATA

 

Manajemen Chevron menyambangi kantor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Rabu (5/9). Pertemuan ini dalam rangka memperkenalkan bos baru Chevron yang memimpin kawasan Indonesia dan Filipina yakni Kevin Lyon, yang menggantikan Chuck Taylor.

Dari pantauan katadata.co.id, manajemen Chevron menyambangi Luhut sekitar pukul 09.00 WIB. Pertemuan itu berlangsung sekitar 30 menit, manajemen Chevron yang hadir diantaranya Kevin Lyon dan Presiden Direktur PT Chevron Pacific Indonesia Albert Simanjuntak

Menurut Luhut selain perkenalan dengan Kevin, pertemuan itu membahas proyek yang akan menjadi fokus Chevron ke depan. “Mereka ada proyek Indonesia Deepwater Development (IDD)," kata dia di Jakarta, Rabu (5/9).

Selain IDD, saat ini Chevron sebenarnya mengelola Blok Rokan. Namun, setelah kontrak berakhir tahun 2021, Chevron tak lagi menjadi operator. Ini karena proposal mereka ditolak dan pemerintah menyerahkan blok itu ke PT Pertamina (Persero).  

Saat ini, Proyek IDD masih dalam tahap revisi proposal pengembangan. Awalnya, proyek tersebut terdiri dari tiga blok yakni Ganal, Rapak dan Makassar Strait. Namun, pemerintah meminta, pengembangan Makassar Strait dikeluarkan dari proyek IDD.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan dengan keluarnya Makassar Strait dari IDD, Chevron perlu waktu memperbaiki proposal. “Jadwal produksi mundur,” kata dia di Jakarta, Senin (13/8).

Djoko memberi tenggat kepada Chevron untuk menyelesaikan revisi proposal pengembangan atau Plan of Delevopment (PoD) IDD selama tiga bulan ke depan mulai bulan ini. Targetnya, pada akhir Oktober harus sudah ada kejelasan proposal dari Chevron.

(Baca: Chevron Lepas Blok Makassar Strait, Proyek IDD Terancam Mundur)

Dengan tenggat tersebut diharapkan jadwal operasi proyek IDD tidak mundur terlalu jauh, tak lebih dari tiga bulan tadi. Bila mengacu data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), proyek ini dipatok bisa beroperasi mulai kuartal empat 2023.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha