Ganti Kepengurusan, Asosiasi E-Commerce Perluas Cakupan Bisnis Digital

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria

Kamis 6/9/2018, 15.22 WIB

idEA tidak ingin hanya melingkupi e-commerce, tetapi juga bisnis digital lainnya, termasuk Go-Jek dan Grab.

Harbolnas
Arief Kamaludin|KATADATA
Printerous salah satu start up digital di Tech In Asia 2016 yang mengembangkan jasa percetakan online, Jakarta, Selasa, (16/11). Tech in Asia 2016 menyajikan beragam informasi menarik seputar perkembangan ekonomi berbasis digital dan mewadahi pertemuan antara pelaku Startup dan para investor, event ini berperan strategis di tengah geliat dinamika Startup dan e-Commerce Indonesia.

Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) baru saja mengganti kepengurusan. Di bawah kepemimpinan Iganitus Untung, idEA tidak lagi hanya melingkupi e-commerce, tetapi juga bisnis digital lainnya.

Bisnis tersebut di antaranya adalah yang berbasis ekonomi berbagi (sharing economy) dan layanan on demand seperti Go-Jek, Grab, AirBnB; teknologi kesehatan seperti Halodoc dan Alodokter; agrikultur seperti sayurbox; internet of things (IoT) seperti Hara dan Qlue; game content; dan lainnya. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berbisnis secara online pun masuk cakupan idEA.

Perluasan cakupan ini karena Ketua Umum IdEA Ignatius Untung melihat disrupsi teknologi di berbagai lini usaha begitu cepat. "Terlambat sedikit saja, perusahaan ekonomi digital asing bisa sewaktu-waktu masuk dan menjajah Indonesia,” ujar dia dalam siaran pers, Kamis (6/9).

Menurutnya disrupsi teknologi perlu menjadi perhatian banyak pihak, karena potensinya sangat besar. Misalnya, Pokemon-Go merangkul 50 juta pengguna dalam kurun waktu 19 hari. Padahal industri yang sudah ada seperti penerbangan, otomotif, telekomunikasi, dan lainnya butuh waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan konsumen sebanyak itu.

(Baca juga: Merugi tapi Valuasinya Naik, Fenomena Bisnis Digital Indonesia)

Potensi bisnis inilah yang perlu dimaksimalkan oleh pemerintah dan pebisnis di dalam negeri. Apalagi, pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020. "Kekalahan di bidang ekonomi digital bisa berakibat pada kalahnya ekonomi secara keseluruhan," ujarnya.

Berkaca pada kondisi tersebut, menurutnya perlu ada asosiasi yang memfasilitasi ekonomi digital secara luas. "Kami akan aktif menjalin komunikasi dan kerja sama untuk merangkul industri terimbas ekonomi digital dan yang seharusnya bisa memanfaatkan peluang ini untuk bertransformasi," kata dia.

Untuk itu, kepengurusan idEA generasi keempat ini terbagi atas empat bagian utama. Pertama, government relation yang bertugas mengawal pemerintah untuk melahirkan kebijakan yang lebih pro ekonomi digital. Kedua, external relation yang menjadi matchmaker sekaligus kolaborator di antara para pemangku kepentingan.

Ketiga, internal relation yang bertugas memastikan pertumbuhan kualitas pelaku e-commerce. Terakhir, business development and supporting service yang bertugas untuk mendukung semua aktivitas dan eksekusi program kerja ketiga divisi lainnya. 

(Baca juga: Pemerintah Akan Wajibkan Barang E-Commerce Kantongi SNI)

Selain itu, idEA mulai bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk menyediakan kesempatan magang, pengadaan short course, hingga merancang kurikulum ekonomi digital. Hal ini untuk memastikan tersedianya tenaga kerja berkualitas. 

Dari sisi internal, idEA juga akan membangun situs untuk membuka koneksi, interaksi, sharing knowledge, dan kolaborasi bagi semua pekerja ekonomi digital. Lewat situs tersebut, data ekonomi digital meliputi perkembangan industri, tren, serta berbagai penelitian juga bisa didapat.

Adapun idEA didirikan pada Mei 2012. Asosiasi ini menjadi wadah yang bagi para pelaku e-commerce baik sebagai platform maupun ekosistem penunjang seperti pembayaran, pengiriman, digital marketing, media sosial, perbankan, dan infrastruktur. Saat ini, idEA memiliki  339 anggota.

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha