Indonesia Ekspor Bibit Ayam Petelur ke Timor Leste

Tim Publikasi Katadata

Kamis 6/9/2018, 23.31 WIB

Sebanyak 17.340 ekor bibit ayam petelur (day old chicken full stock layer/DOC FS Layer) siap diberangkatkan ke Timor Leste dari Bandara Ngurah Rai, Bali.

Ekspor telur
Katadata

Denpasar – Indonesia kembali mengekspor  bibit ayam petelur. Kali ini 17.340 ekor bibit ayam petelur (day old chicken full stock layer/DOC FS Layer) siap diberangkatkan ke Timor Leste dari Bandara Ngurah Rai, Bali. Keberhasilan ini juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan devisa negara. 

 

Di sisi lain, tren ekspor produk pertanian merupakan bukti adanya peningkatan daya saing petani maupun peternak Indonesia dalam menghasilkan produk pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Kamis (6/9) mengatakan usaha Indonesia untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, sekaligus kemampuan memenuhi standar dan aturan internasional adalah kunci bagi produk pertanian untuk bisa menembus pasar Internasional. “Ekspor pertanian Indonesia saat ini adalah bukti bahwa petani dan peternak kita mampu memenuhinya,” katanya.

 

Amran pun mengapresiasi industri pembibitan ayam di Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana milik PT. Charoend Pokhpan Indonesia (CPI) yang ekspor perdana 17.340 ekor DOC FS Layer senilai USD 9.435 itu. Ini merupakan pengiriman awal dari total rencana sekitar 35 ribu ekor senilai USD 19.425 untuk 2018. Sebelumnya, pada pertengahan 2018 lalu, Indonesia telah mengekspor 10.000 ekor bibit ayam pedaging (DOC FS Broiler) ke Timor Leste. Ekspor ditargetkan bisa mencapai 97.500 ekor dengan nilai USD 52.650 sampai Desember 2018 nanti.

 

Tren peningkatan ekspor hewan hidup ini sekaligus membuktikan keseriusan Indonesia menerapkan sistem biosekuriti berbasis kompartemen bebas penyakit flu burung atau Avian Influenza (AI). Sistem ini merupakan jaminan untuk kesehatan hewan yang diterapkan oleh Direktorat Jenderal Peternakan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian dengan melakukan sertifikasi bagi eksportir.

 

Amran juga menginstruksikan jajaran Karantina Pertanian di seluruh pelabuhan, bandara, kantor pos dan pos lintas  batas negara untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas produk pertanian. “Industri peternakan kita telah bangkit kembali, pastikan tidak ada penyakit asal luar negeri yang dapat mengancam lagi,”tegas Amran. Menurutnya  produk pertanian punya standar khusus dalam perdagangan internasional, bahkan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengeluarkan mekanisme terkait Sanitary and Phytosanitary (SPS) dengan tujuan menjaga manusia, hewan, dan tumbuhan dari penyakit, hama, dan kontaminasi.

 

Pada kesempatan tersebut, Amran juga melepas ekspor pakan ternak ke Timor Leste sebanyak 365 ton senilai USD 182.375, sehingga nilai total ekspor ke Timor Leste tahun ini mencapai USD 254.450. Untuk 2019 mendatang, PT. CPI  menargetkan pertumbuhan ekspor DOC FS Broiler dan DOC FS Layer serta pakan ternak ke Timor Leste sebesar 350 persen dibanding 2018.

 

Selain melepas ekspor bibit ayam petelur, Menteri Amran juga melepas ekspor manggis sebanyak 9.000 ton di tempat yang sama. Kunjungan Mentan ke Bali 5-6 September 2018, juga untuk menandatangani nota kesepahaman dengan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) dalam upaya stabilisasi pasokan pangan dan percepatan ekspor komoditas pertanian, serta melepas bantuan untuk Lombok

Kementrian Pertanian

Kementrian Pertanian

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha