70% Biaya dalam Dolar, Citilink Terpukul oleh Pelemahan Rupiah

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Safrezi Fitra

Jum'at 7/9/2018, 19.56 WIB

Penyewaan pesawat menyumbang pengeluaran dalam bentuk dolar sebesar 30% dan penggunakan bahan bakar avtur sebesar 40%.

Citilink
Donang Wahyu | KATADATA

Direktur Utama PT Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bisa berdampak pada perusahaan. Alasannya, banyak komponen biaya yang harus dibayarkan oleh Citilink dalam bentuk dolar.

"Yang bayar dengan dolar adalah sewa pesawat. Kontribusi terbesar setelah fuel (bahan bakar) itu adalah biaya rental pesawat," kata Juliandra di Jakarta, Jumat (7/9).

Komponen penerbangan yang harus dibayarkan Citilink dalam bentuk dolar, mencapai 70% dari total biaya pengeluaran Citilink. Penyewaan pesawat menyumbang pengeluaran dalam bentuk dolar sebesar 30% dan penggunakan bahan bakar avtur sebesar 40%.

(Baca: Tiga Strategi Pertamina Hadapi Pelemahan Rupiah)

Dalam memitigasi terdepresiasinya nilai rupiah, Citilink memiliki cara untuk keberlangsungan penerbangannya. Juliandra mengatakan dengan membuka rute internasional, pendapatan perusahaan dalam bentuk valuta asing, akan semakin bertambah.

Tak hanya itu, penambahan rute internasional juga bisa meningkatkan utilitas pemakaian pesawat maskapai berbiaya murah ini (Low Cost Carrier/LCC). Dengan begitu, pembiayaan terhadap operasional, seperti biaya parkir pesawat, akan turun.

Utilitas pemanfaatan pesawat oleh Citilink sebesar 10 jam per hari. Saat ini Citilink sedang berupaya meningkatkan utilitas pesawat menjadi 11 jam per hari dengan menambah frekuensi ke kota-kota yang positif profit. Untuk itu, Citilink akan membuka rute penerbangan reguler Tiongkok-Indonesia pada 28 Oktober 2018. Expansi rute internasional ini akan menghubungkan tiga kota di masing-masing negara.

(Baca: Semester I-2018, PLN Rugi Rp 5,3 Triliun Akibat Kurs dan Pajak)

"Dengan masuknya Citilink Indonesia ke kota-kota di Tiongkok, diharapkan dapat menunjukkan eksistensi Citilink Indonesia sebagai world class LCC di kancah internasional" kata Juliandra.

Rute internasional ini akan menghubungkan dua kota di Indonesia, yaitu Jakarta dan Denpasar dengan tiga kota di Tiongkok yaitu Xiamen, Kunming, dan Nanjang. Nantinya, Citilink juga berencana merambah kota Manado di Indonesia dan kota-kota lainnya di Tiongkok. Pada tahap awal, anak usaha Garuda Indonesia ini akan memulai dengan tiga rute, yakni Cengkareng-Kunmin, Cengkareng-xianmen, dan Denpasar-Nanjang.

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha