Kementerian PUPR Targetkan 26 Proyek Strategis Rampung Tahun Ini

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Safrezi Fitra

Jum'at 7/9/2018, 11.08 WIB

Proyek infrastruktur strategis tersebut terdiri dari 8 bendungan, 12 jalan tol, 3 irigasi, serta 3 perumahan.

PUPR
Arief Kamaludin | Katadata

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan 26 Proyek Strategis Nasional (PSN) akan rampung tahun ini. Proyek infrastruktur strategis tersebut terdiri dari 8 bendungan, 12 jalan tol, 3 irigasi, serta 3 perumahan.

Beberapa contoh proyek yang telah diselesaikan tahun ini adalah Bendungan Tanju di Nusa Tenggara Barat (NTB) serta Raknamo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sedangkan tol yang rampung, antara lain Pejagan - Pemalang sepanjang 43 kilometer dan Kertosono - Mojokerto dengan panjang 40,5 kilometer.

"Kami fokus pada penyelesaian infrastruktur," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi PUPR, Jumat (7/9). (Baca: 68 Proyek Infrastruktur Strategis Ditargetkan Rampung 2016-2019)

Dari total 227 PSN dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2018, Kementerian PUPR kebagian mengerjakan 137 proyek. Adapun beberapa proyek yang telah dirampungkan dan keluar dari daftar PSN adalah adalah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Nanga Badai, dan Wini, tol Akses Tanjung Priok, hingga tol Soreang Pasir Koja.

Untuk tahun depan, kementerian infrastruktur ini paling tidak akan menyelesaikan sekurangnya 49 proyek yang terdiri dari 12 bendungan, 29 jalan tol, 4 jalan nasional, 3 irigasi, serta 1 penyediaan air minum dan sanitasi. Basuki mengatakan di tahun tersebut tidak ada lagi proyek baru yang dikerjakan kementeriannya, kecuali irigasi dan bendungan yang dibangun dengan anggaran tahun jamak.

"Kami harap tidak ada proyek yang mangkrak di tengah jalan," kata dia. (Baca: Proyek Strategis Migas dan Listrik Ditunda Demi Rupiah)

Sedangkan Direktur Jenderal Cipta Karya Danis Sumadilaga menyebut tingkat komponen lokal proyek strategis Kementerian PUPR bisa mencapai 87-90%. Dia mengatakan untuk sektor perumahan; material yang digunakan seperti semen dan pasir merupakan 100% komponen lokal.

"Penggunaan material impor di Kementerian PUPR itu hanya 10 - 13%," kata Danis.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha