Potensi Bisnis Cermati, Startup Fintech Koleksi Terbaru Grup Djarum

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria

Jum'at 7/9/2018, 16.37 WIB

Startup financial aggregator seperti Cermati bisa mendapat komisi hingga 0,5% dari bank atau perusahaan penyalur kredit.

Pameran fintech
Katadata

Grup Djarum memperluas lini usahanya di bidang teknologi dengan berinvestasi ke startup financial aggregator, Cermati. Mengutip dari Deal Street Asia, Grup Djarum membeli saham Cermati dari investor sebelumnya yakni East Ventures, Beenos Plaza, dan Finch Capital.

Dari penjualan itu, Finch Capital diklaim mendapatkan keuntungan sebesar 2,7 kali dari investasi yang mereka berikan. "Kami senang dengan keterlibatan aktif Finch Capital, yang membantu kami membangun pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana teknologi mengubah rantai nilai layanan keuangan,” kata Co-founder adan CEO Cermati Andhy Koesnandar dikutip dari Deal Street Asia, Rabu (5/9) lalu.

Cermati merupakan layanan yang memungkinkan pengguna mendapat informasi seputar produk finansial, seperti kartu kredit, pinjaman, hingga asuransi. Cermati membantu pengguna terhubung langsung dengan penyedia produk finansial, dan membantu proses pendaftaran hingga penilaian risiko.

(Baca juga: Go-Jek Dikabarkan Tanam Modal di Kumparan)

Dari kegiatannya ini, Cermati mendapat komisi dari pemasaran produk-produk tersebut. E-commerce produk keuangan seperti Cermati berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk itu, Cermati wajib memenuhi ketentuan Peraturan OJK (POJK) Inovasi Keuangan Digital.

Menurut Ekonom Institute for Development of Economics & Finance (INDEF) Bhima Yudhistira, industri ini memang menggiurkan.  Sebab, total penyaluran kredit konsumsi bank mencapai Rp 1.381 triliun per tahun. Jika asumsi komisinya 0,5% dari total penyaluran kredit konsumsi, maka potensi bisnis model Cermati ini mencapai Rp 6,9 triliun per tahun. 

Bagi perbankan dan jasa keuangan seperti asuransi juga menguntungkan. Sebab, kegiatan startup seperti Cermati bisa menghemat biaya promosi dan target nasabahnya lebih tepat sasaran. "Ini sejalan dengan tren bisnis perbankan yang makin efisien dengan mengurangi jumlah tenaga pemasaran secara bertahap," ujarnya kepada Katadata, Jumat (7/9).

Bahkan, Cermati berpeluang mendapat komisi dari industri keuangan baru yakni perusahaan financial technology (fintech) pinjam-meminjam (lending). Maka, tak heran bila Alibaba pun sempat tertarik untuk mengakuisisi Cermati. Meskipun, rencana ini tak jadi terlaksana.

(Baca juga: Tunaiku Tetap Eksis meski Tak Lagi Terdaftar Sebagai Fintech)

Meski begitu, Cermati memiliki pesaing seperti CekAja, HaloMoney, dan KreditGoGo. HaloMoney adalah situs perbandingan produk keuangan yang membantu pengguna menentukan pilihan dengan berbagai opsi dan simulasi kredit.

CekAja juga memiliki fungsi serupa. CekAja kini digunakan oleh lebih dari 20 juta pelanggan. Perusahaan ini juga diatur dan diawasi oleh OJK, Bank Indonesia (BI), dan Asosiasi Fintech (Aftech). Pun dengan KreditGoGo, yang bertugas sebagai penghubung antara pengguna dengan institusi keuangan. 

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha