Pasokan Melimpah, Tidak Perlu Operasi Pasar Beras

Tim Publikasi Katadata

Sabtu 8/9/2018, 20.20 WIB

Kekhawatiran akan menurunnya jumlah produksi lantaran sejumlah daerah penghasil beras mengalami kekeringan, sejauh ini tidak terbukti.

Pasokan Beras
Katadata

Jakarta – Upaya pemerintah menjaga ketersediaan beras di musim kemarau, membuat stok beras di Pasar Beras Induk Cipinang (PIBC) terjaga. Kekhawatiran akan menurunnya jumlah produksi lantaran sejumlah daerah penghasil beras mengalami kekeringan, sejauh ini tidak terbukti.  Hingga Jumat sore, pantauan pasokan beras di PIBC masih baik dan harga juga normal. "Harga beras medium per liter sekitar Rp 8.000-an lah. Standar-standar saja," kara Anton salah seorang pedagang beras.

 

Para pedagang menyatakan operasi pasar beras yang direncanakan akan digelar Bulog, belum perlu dilakukan. Mengingat pasokan dan harga di pasaran masih terkendali. "(Kalau operasi pasar), tetap saja nggak ada perubahan, sama saja. Ada kenaikan tapi sedikit," tambah Ilham pedagang lain di PBIC.

 

Keterangan Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengkonfirmasi pantauan langsung di lapangan. Ia menyebutkan stok beras di PIBC sangat melimpah. Dalam gudang tersimpan 40 ribu ton beras. Sementara pasokan beras dari daerah juga masih normal.  “Pasokan dari daerah 2.500 - 5.000 ton per hari. Di gudang Food Station sendiri stok beras mencapai 10 ribu ton,”  kata Arif Jumat (7/9) sore.  Kenaikan harga beras di pasaran, menurutnya masih tergolong normal dan cenderung bersifat sementara. “Kenaikan di pasar hanya 3 - 4 persen itu wajar dan sangat fluktuatif. Karena kan sebentar lagi petani akan panen raya,” tambah Arief. 

 

Dengan kondisi pasokan beras seperti ini, Arief menegaskan Bulog tak perlu melakukan operasi pasar beras. Karena jika stok beras di pasar berlebih, akan berisiko bagi petani. “OP Bulog dengan menyalurkan beras ke pasar retail tidak efektif dan tidak perlu. Ini justru akan menekan harga dan menyakiti petani yang secara bergantian di berbagai daerah sedang panen,” tegas Arief. 

 

Sebelumnya pemerintah melalui Menteri Perdagangan memberi tugas pada Perum Bulog untuk menyiapkan operasi pasar beras. Penugasan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga target inflasi 3,5 persen sesuai target Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2018.  "Kita meminta untuk Bulog menyiapkan operasi pasarnya. Beras adalah makanan utama dan itu jadi perhatian khusus," kata Menteri Perdagangan Enggartiarto Lukita, usai rapat koordinasi pangan di kantor Kementeriaan Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (6/9). 

 

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengaku siap menjalani penugasan ini, walaupun menurutnya saat ini tren harga beras mulai mengalami penurunan. Terlebih saat ini Bulog memiliki stok beras sebanyak 2,2 juta ton. “Jumlah ini cukup untuk menjaga harga beras hingga musim panen berikutnya,”  lanjut Tri.

Kementrian Pertanian

Kementrian Pertanian

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha