Pemerintah Kaji Penundaan Proyek Kereta Kalimantan

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Safrezi Fitra

Senin 10/9/2018, 20.05 WIB

"Kami lihat, karena (proyek) kereta api kan kandungan impornya tinggi," kata Wahyu.

Rel Kereta
DONANG WAHYU | KATADATA

Pemerintah meninjau beberapa proyek kereta untuk ditunda pengerjaannya, lantaran penggunaan komponen impornya yang cukup tinggi. Salah satu proyek yang dibidik adalah Kereta Kalimantan. Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo mengungkapkan selain komponen impor tinggi, proyek kereta tersebut belum dimulai pengerjaannya.

Wahyu mengatakan proyek kereta yang sudah berjalan seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) tetap akan dilanjutkan. "Kami lihat, karena (proyek) kereta api kan kandungan impornya tinggi," kata Wahyu di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Selasa (10/9).

Sebelumnya, pemerintah telah mengungkapkan beberapa proyek yang kemungkinan terkena penundaan, diantaranya pembangkit listrik dan kilang minyak. Menurut Wahyu ada keinginan dari pemerintah untuk tidak menunda proyek infrastruktur kilang minyak. Namun, harus ada solusi mengatasi kandungan impor yang tinggi dan meningkatkan penggunaan komponen lokal.

(Baca: Kurangi Impor, Menhub Perbesar Komponen Lokal di 3 Proyek Transportasi)

Dia mengatakan usulan proyek-proyek yang berpeluang ditunda ini akan dibahas kembali antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perhubungan, PLN, dan Pertamina. "Jadi saya belum berani bilang ditunda atau apa," kata dia.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga menyatakan tetap akan melanjutkan proyek pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan sesuai rencana. Proyek ini akan tetap jalan, meski pemerintah berencana akan menunda beberapa proyek pembangkit dari program pembangkit listrik berkapasitas total 35 Gigawatt (GW).

(Baca: Proyek Strategis Migas dan Listrik Ditunda Demi Rupiah)

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman mengatakan proyek pembangkit energi baru terbarukan (EBT) tetap berjalan demi mengejar target 23% bauran energi ini pada 2025. Saat ini PLN sedang menyisir proyek mana saja yang bisa ditunda pembangunannya untuk sementara.

Dia memprediksi proyek beberapa proyek yang bisa ditunda adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG). PLN sedang mensimulasikan di mana lokasi proyek pembangkit mana yang akan ditunda pembangunannya.

(Baca: Penundaan Proyek, Pembangkit Energi Terbarukan PLN Tetap Jalan)

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha