NuEnergy Mesti Perbaiki Proposal Biaya Blok Tanjung Enim

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Muchamad Nafi

Selasa 11/9/2018, 08.00 WIB

Jika PoD I Tanjung Enim ini direstui, hal ini akan menjadi momentum sejarah produksi gas dari batu bara (CBM).

Blok migas
Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum bisa menyetujui proposal pengembangan pertama atau plan of development (PoD I) Blok nonkonvensional Tanjung Enim. Hal ini lantaran kontraktornya perlu merevisi nilai investasi proyek tersebut.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Ediar Usman mengatakan kontraktor masih menghitung ulang nilai keekonomian lantaran ada revisi biaya investasi. “Koreksi sedikit saja. Kontraktor sudah dipanggil oleh Ditjen Migas agar ada efisiensi,” kata Ediar kepada Katadata.co.id, Senin (10/9).

(Baca juga: NuEnergy Resmi Ajukan Proposal Pengembangan Tanjung Enim)

Sayang, Ediar belum mau menjelaskan nilai proyek tersebut dan berapa besar biaya yang harus diefisiensikan. Adapun NuEnergy selaku operator blok tersebut belum merespons ketika diminta konfirmasi. Chief Operating Officer NuEnergy Unggul Setyatmoko tidak membalas pesan yang dikirimkam Katadata.co.id

Sebelumnya, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto menargetkan persetujuan proposal PoD -Tanjung Enim bisa disetujui bulan ini. “Saya selesaikan ini dulu, lalu disetujui Pak Menteri kemungkinan selesai bulan depan (September),” kata Djoko di Jakarta, Rabu (29/8).

Kementerian ESDM telah berkonsultasi dengan pemerintah daerah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam mengajukan PoD pertama blok tersebut. Konsultasi dilakukan oleh Direktur Jenderal Migas yang mewakili Menteri ESDM pada awal bulan ini.

Jika PoD I Tanjung Enim ini direstui, hal ini akan menjadi momentum sejarah produksi gas dari batu bara (CBM). Harapannya, langkah tersebut bisa diikuti dengan produksi blok jenis CBM lainnya yang berjumlah 54 blok. (Baca: Persetujuan Pengembangan Blok Tanjung Enim Tunggu Konsultasi Daerah)

Adapun total cadangan gas nonkonvensional di Blok Tanjung Enim mencapai 127,93 BSCF. Blok ini bisa berproduksi kurang lebih 97,42 BSCF untuk 15 tahun ke depan. Tanjung Enim diperkiraan beroperasi pada 2020 dan gas mengalir setahun berikutnya.

April lalu, NuEnergy mengajukan proposal PoD Tanjung Enim ke SKK Migas. PoD pertama itu mencakup pengembangan lapangan Area A dan B. Saat ini calon pembeli gasnya yakni PT Pertamina Gas (Pertagas). Kedua perusahaan sudah menyepakati nota kesepahaman (memorandum of understanding).

NuEnergy melalui anak usahanya, yakni Dart Energy (Tanjung Enim) Pte Ltd bertindak sebagai operator dengan hak kelola 45 % di Blok Tanjung Enim. Sisanya dipegang mitra yang terdiri dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Metra Enim 27,5 % dan PT Bukit Asam Metana Enim 27,5 %.

Berdasarkan situs resminya, Blok Tanjung Enim terletak di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Kontrak blok ini pertama kali disetujui pada 4 Agustus 2009 lalu selama 30 tahun. Adapun masa eksplorasi berlangsung selama enam tahun sampai dengan Agustus 2015, lalu mendapatkan perpanjangan empat tahun hingga Agustus 2019.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha