Holding BUMN Tambang Targetkan Ekspor Tahun Ini Rp 37 Triliun

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Safrezi Fitra

Rabu 12/9/2018, 21.05 WIB

Antam menjadi penyumbang paling besar dengan kontribusi US$ 1,04 miliar atau sekitar Rp 15 triliun.

Tambang Batu Bara
Donang Wahyu|KATADATA

Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pertambangan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memperkirakan penjualan hasil ekspor hingga 2018 sebesar US$ 2,51 miliar atau sekitar Rp 37 triliun. Adapun hingga Agustus 2018, telah terealisasi US$ 1,57 miliar atai 62,5%.

"Sekarang BUMN tekanannya bukan hanya peningkatan pasar domestik, tapi juga pasar internasional, terutama soal tambang. Justru di pertambangan ini potensinya sangat besar," kata Menteri BUMN Rini Soemarno di Jakarta, Rabu (12/9). 

PT Aneka Tambang (Antam) menjadi penyumbang paling besar dengan kontribusi US$ 1,04 miliar atau sekitar Rp 15 triliun. Dari total nilai ekspor tersebut, paling besar disumbang dari produksi emas dan perak yang penjualannya diperkirakan sebesar US$ 519 juta. 

(Baca: Inalum Akan Terbitkan Obligasi untuk Bayar Utang Beli Saham Freeport)

Ekspor emas Antam hingga akhir tahun ini diperkirakan sebanyak 12,3 ton, dengan realisasi sepanjang Januari hingga Agustus sebesar 7,37 ton. Sedangkan, realisasi ekspor perak hingga Agustus baru mencapai 3 ton. Meski begitu, Antam belum mau mengungkapkan proyeksinya hingga akhir tahun.

PT Bukit Asam (PTBA) juga ikut berkontribusi untuk penjualan ekspor dengan penjualan sebesar US$ 829 juta dari produknya batu bara. Volume ekspor batu bara hingga akhir 2018 diperkirakan sebesar 12,1 juta ton, dengan realisasi hingga Agustus sebesar 7 juta ton.

Anak usaha Inalum lainnya, PT Timah Tbk ditargetkan dapat menyumbang penjualan ekspor sebesar US$ 563 juta. Total produksi timah batangan yang diekspor PT Timah sebanyak 27,8 ribu ton. Adapun realiasi penjualan ekspor hingga Agustus sebesar 16 ribu ton.

Sedangkan, Inalum diperkirakan hanya berkontribusi sebesar US$ 79 juta dari hasil ekspor aluminium sebesar 40 ribu ton. Sepanjang delapan bulan tahun ini, ekspor produk Inalum baru terealisasi 10 ribu ton. Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sisa ekspor yang masih kurang 30 ribu hingga akhir tahun, berasal dari cadangan aluminium milik Inalum.

"Kami harus ekspor karena kami butuh dolar," kata Budi pada kesempatan yang sama.

Jumlah ekspor yang kecil dari induk perusahaan tambang pelat merah, karena Inalum fokus memasarkan produk aluminiumnya untuk pasar domestik sekitar 211,5 ribu ton. Menurutnya, kebutuhan dalam negeri masih besar. Dia khawatir pelanggan di pasar domestik akan melakukan impor, apabila Inalum fokus pada pasar ekspor.

Target Ekspor Inalum
Target Ekspor Inalum (Inalum)

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha