Produksi Migas Pertamina EP Terus Meningkat Hingga Lampaui Target

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Jum'at 14/9/2018, 18.32 WIB

Per 13 September 2018, produksi minyak bumi Pertamina EP mencapai 94,62 ribu barel per hari (bph). Adapun produksi gas bumi 1.034,1 MMSCFD.

Menembus Bumi Menjemput Energi (Rig On Shore Pertamina)
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Project Manager PDSI Jawa - KTI (Kawasan Timur Indonesia), Komedi menyampaikan, 'dari total 10 rig cyber milik PDSI, semuanya tidak pernah berhenti untuk menggarap berbagai proyek eksplorasi. Saat ini ada 4 unit dioperasikan di Pulau Jawa, 3 untuk proyek Geothermal, dan 3 unit di Aceh,”jelasnya. Sebelumnya rig cyber juga pernah dioperasikan di Kalimantan baik untuk keperluan eksplorasi di lingkungan bisnis Pertamina maupun di Kontraktor Kontrak Kerjasama lainnya (KKKS) yang ada di Indonesia.

Produksi minyak dan gas bumi (migas) PT Pertamina EP terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan hingga pertengahan September 2018, produksi migas anak usaha PT Pertamina (Persero) itu sudah mencapai target yang ada di Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Per 13 September 2018, produksi minyak bumi Pertamina EP mencapai 94,62 ribu barel per hari (bph). Padahal, targetnya hanya 83 ribu bph. Sedangkan selama semester I tahun 2018 hanya 76 ribu bph.

Untuk gas, produksinya telah mencapai 1.034,1 juta kaki kubik per hari (mmscfd) dari target 986 mmscfd. Sedangkan selama enam bulan pertama hanya 1.022 MMSCFD.

Direktur Utama Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan kenaikan produksi itu karena ada peningkatan produksi sejumlah lapangan utama. Untuk produksi minyak bumi, disumbang dari Lapangan  Sukowati sebesar 1.200 bph yang bersumber dari sumur SKW-27, SKW-12A.

Ada juga Lapangan Subang yang menyumbang produksi sebesar 600 bph. Dari Lapangan Jatibarang sebesar kisaran 700 BOPD dari Stimulasi distruktur Akasia Bagus. Lalu Lapangan Tambun sebesar 450 dari Reopening sumur PDL-01.

Nanang mengatakan peningkatan produksi itu merupakan tonggak harapan Perusahaan untuk semakin giat meningkatkan produksi sampai 100.000 bph. “Kami tidak bisa menjalankan operasi tanpa dukungan dari pemangku kepentingan,” kata Nanang berdasarkan siaran resminya, Jumat (14/9).

Menurut Nanang, ada beberapa hal yang akan terus menjadi pedoman Pertamina EP dalam kegiatan operasionalnya. Pertama, aspek Keselamatan, Kesehatan, dan Keamanan Kerja (HSSE) sehingga seluruh kegiatan harus operational excellence atau keunggulan operasional.

(Baca: Terdongkrak Harga Minyak, Laba Bersih Pertamina EP Naik 24,7%)

Kedua, aspek lingkungan. Dalam kegiatan operasional juga harus memperhatikan keberadaan masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan. Hal ini tentunya terkait dengan dukungan pemangku kepentingan terhadap kegiatan operasional perusahaan.

Reporter: Anggita Rezki Amelia

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha