Kemenhub Optimalkan Tilang Elektronik di Jembatan Timbang

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria

Kamis 20/9/2018, 15.52 WIB

Pembayaran denda tilang dilakukan melalui bank, sehingga lebih transparan.

Jembatan Timbang
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Petugas menghitung kendaraan yang melintas di Jembatan Timbang, Losarang, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (8/6).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menjalankan prosedur tilang elektronik terhadap angkutan barang yang melanggar ketentuan Over Dimension and Over Loading (ODOL). Prosedur tilang elektronik dilakukan melalui jembatan timbang.

Setidaknya, ada 11 jembatan timbang yang sudah dioperasikan. "Satu jembatan timbang sudah menilang 2-3 ribuan," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat, Kemenhub, Budi Setiyadi di kantornya, Jakarta, Kamis (20/9).

Ia mencatat, rata-rata nominal tilang mencapai Rp 150 - 200 ribu per kendaraan. "Jarang sekali ada yang sampai Rp 500 ribu," kata dia. Untuk itu, kelebihan pembayaran dapat diambil di unit kerja PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) seluruh Indonesia.

Kemenhub menargetkan, ada 48 jembatan timbang yang bisa digunakan untuk melaksanakan e-tilang. Dalam hal ini, Kemenhub juga akan melibatkan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Sebab, Kemenhub tidak berwenang mengambil dokumen seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) ataupun Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

(Baca juga: Kemenhub: 2 Startup Tertarik Kembangkan Aplikasi Transportasi Online)

Adapun tahapannya, polisi melakukan penindakan atas pengendaran yang melanggar. Lalu, polisi memasukkan data tilang pada aplikasi e-tilang dan pelanggar mendapatkan notifikasi nomor pembayaran tilang. Setelah membayar denda tilang lewat jaringan BRI, pelanggar bisa mengambil barang bukti yang disita dengan menunjukan bukti pembayaran.

Pelanggar tidak perlu hadir di persidangan. Persidangan memutuskan nominal denda tilang atau amar putusan. Lalu, kejaksaan mengeksekusi amar atau putusan tilang menggunakan aplikasi e-tilang. Setelahnya, pelanggar akan mendapat notifikasi berisi informasi amar atau putusan dan sisa dana titipan denda tilang.

"Saya dengar pengembalian (denda tilang berlebih) lama. Kalo e-tilang, begitu bayar, besoknya bisa ke jembatan timbang dan mengambil berkas," kata Budi.

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha