BMKG Pastikan Tsunami 0,5 Meter hingga 3 Meter di Palu

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ekarina

Jum'at 28/9/2018, 22.55 WIB

BMKG telah mengumumkan peringatan dini tsunami lima menit setelah kejadian gempa.

BMKG Tunjukan Proyeksi Tinggi Gelombang
Antara Foto/ Asep Fathulrahman
Ilustrasi BMKG yang tengah menunjukan informasi area sebaran tinggi gelombang di Laboratorium BMKG Serang, Banten.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan telah terjadi tsunami di wilayah Palu, Donggala, dan Mamuju, Sulawesi Tengah. Di Palu, tsunami diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.22 WIB atau 18.22 WITA dengan level siaga dan dengan ketinggian sekitar 0,5-3 meter.

Sementara di Donggala dan Mamuju, BMKG memperkirakan tsunami terjadi dengan tingkat waspada, yakni dengan  ketinggian kurang dari 0,5 meter. "Artinya memang benar telah terjadi tsunami 1,5 meter," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam video conference dari Yogyakarta, Jumat (28/9) malam.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Dwikorita mengatakan, tsunami tersebut muncul akibat adanya gempa bumi sebesar 7,7 SR yang berjarak 26 KM di utara kota Donggala pada koordinat 0,20 LS dan 119,89 BT. Gempa tersebut terjadi pada Jumat (28/9) pukul 17.02 WIB atau pukul 18.02 WITA.

Gempa tersebut terjadi akibat aktivasi sesar geser palu koro. "Jadi di situ terjadi mekanisme pergerakan dari struktur gempa mendatar," kata Dwikorita.

BMKG telah mengumumkan peringatan dini tsunami  lima menit setelah kejadian gempa. Peringatan dini diumumkan berdasarkan pemantauan naiknya muka air laut melalui alat pendeteksi tsunami.

Selain itu, peringatan dini juga dilakukan berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari saksi mata, yakni staf BMKG di Kota Palu. "Dari saksi mata di lapangan ketinggian naiknya muka air laut 1,5 meter dari pengamatan di lapangan di pantai palu," kata Dwikorita.

Namun, peringatan dini tersebut  diakhiri oleh BMKG pada pukul 17.36 WIB atau 18.36 WITA setelah melihat tsunami mulai surut.

Gempa Susulan

Pasca-tsunami, BMKG  juga mencatat telah terjadi 22 kali gempa bumi susulan. Berdasarkan hasil pemantauan BMKG di lapangan hingga pukul 20.00 WIB, gempa susulan tersebut bermagnitudo antara 2,9-6,3. Adapun, dampak gempa dirasakan di Tolitoli (5 MMI), Donggala (4 MMI), Gorontalo, Poso, dan Palu (3-4 MMI).

Kemudian, Majene dan Soroapo (3 MMI), Kendari, Polaka, Konawe (2-3 MMI), Makassar, Gowa, Toraja (2 MMI). "Bahkan juga dirasakan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dengan intensitas MMI 2-3," kata dia.

Hingga saat ini, BMKG mencatat sudah ada korban jiwa 1 orang dan 10 orang luka-luka di Donggala. Kemudian, BMKG juga mencatat ada puluhan rumah rusak akibat gempa.

Dwikorita pun mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD setempat dan mengikuti perkembangan informasi dari BMKG. Dia pun meminta masyarakat tidak terpancing isu tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.