Penjualan Produk IKM di Marketplace Capai Rp 1,3 Miliar

Penulis: Dini Hariyanti

Jum'at 5/10/2018, 16.00 WIB

Produk industri kecil dan menengah yang dijual berasal dari pebisnis yang menjadi peserta e-Smart IKM Kementerian Perindustrian.

UKM Bukalapak
Donang Wahyu | Katadata

Program e-Smart IKM yang digagas Kementerian Perindustrian membukukan transaksi sebesar Rp 1,3 miliar per Agustus tahun ini. Nilai ini berasal penjualan produk industri kecil dan menengah (IKM) melalui marketplace.

E-Smart IKM merupakan sistem database pelaku usaha kecil dan menengah yang terintegrasi dengan marketplace. Nah, marketplace sendiri adalah tempat terjadinya praktik jual beli barang yang disediakan oleh e-commerce.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan, program e-Smart IKM merupakan respons pemerintah atas revolusi industri keempat alias 4.0 seiring dengan perkembangan teknologi digital.

"Kami kerja sama dengan marketplace, seperti Tokopedia, Dusdusan, Bukalapak, Blibli, dan lain-lain. Kami ajarkan pelaku IKM berjualan secara online," katanya kepada Katadata.co.id, di Jakarta, Rabu (3/10).

(Baca juga: Ekspor Naik 12%, Industri Mainan Indonesia Bernilai Rp 10,7 Triliun

Program yang bergulir sejak 2017 ini mencakup sembilan komoditas, yakni makanan dan minuman, logam, perhiasan, herbal, kosmetik, fesyen, industri telematika, kerajinan, dan furnitur. Per Agustus tahun ini tercatat 3.450 pelaku IKM mengikuti workshop e-Smart.

Pada tahun ini saja, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan jumlah peserta e-Smart mencapai 4.000 pelaku usaha. Kementerian berupaya menjaring sedikitnya 2.000 pelaku IKM lagi sampai pengujung tahun.

Mereka yang dapat mengikuti workshop e-Smart IKM harus produsen alias memiliki hasil produksi sendiri berupa barang. Kemenperin mengutamakan bisnis yang sudah memiliki legalitas dan mampu menjaga keberlangsungan produksi jangka panjang.

Program e-Smart IKM sebetulnya baru dapat menjangkau pebisnis skala menengah yang jumlahnya sekitar 30.000 unit usaha. Secara keseluruhan terdapat 4,4 juta pelaku usaha di industri kecil dan menengah.

"E-Smart IKM ini sebenarnya keinginan kami untuk meningkatkan pangsa pasar IKM di marketplace. Pemerintah buka jalan kepada meraka agar bisa jualan online, dan e-commerce juga mendukung," tutur Gati.

(Baca juga: E-Commerce dan Fintech Paling Menarik Minat Investor Digital

Komoditas produksi IKM yang terbanyak dijual melalui martketplace adalah makanan dan minuman. Tapi nilai penjualan tertinggi berasal dari komoditas logam karena harganya memang relatif lebih mahal.

Sejauh ini, program e-Smart IKM menjangkau 22 provinsi. Terdapat lima lembaga yang terlibat, yaitu Bank Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., Google, iDeA, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta pemerintah daerah.

(Baca juga: Tantangan Suplai Bahan Baku Bagi Pelaku Bisnis Fesyen