Di Konser Peduli Sulteng, Menpora: Semua Harus Ikhlas Bantu

Tim Publikasi Katadata

Senin 8/10/2018, 15.20 WIB

Pada Konser Amal Peduli Sulteng, semua berkumpul dengan sukacita, sukarela dan ikhlas untuk membantu saudara-saudara kita di Palu, Sigi dan Donggala.

Menpora di konser amal
Katadata

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi didampingi Staf Khusus Komunikasi dan Kemitraan Zainul Munasichin menghadiri Konser Amal Peduli Sulteng “Palu, Donggala, Sigi". Acara dihelat Puri Grand Sahid Jaya Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (7/10) malam.  

 

Ketua Panitia penyelenggara Hendry Gary Lyanto menyambut Menpora di lokasi. Bersama Menpora juga hadir sebelas artis yaitu Dewi Yull  Nia Daniaty, Liza Natalia, Sandro Tobing, Deddy Dukun, Ermy Kulit, Inisiator Sugiyanto, Harvey Malaiholo, Sonny Tulung, dan Dorce Gamalama.

 

"Malam ini kita semua berkumpul di sini untuk solidaritas kemanusiaan. Apa yang terjadi di Palu, Sigi, dan Donggala adalah musibah. Musibah bisa terjadi  pada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja," ucap Menpora. Katanya, musibah itu adalah rahasia Allah dan untuk itu perlu banyak beramal buat sesama. Pada Konser Amal Peduli Sulteng, semua berkumpul dengan sukacita, sukarela dan ikhlas untuk membantu saudara-saudara kita di Palu, Sigi dan Donggala.

 

"Saya tidak lahir di Sulawesi Tengah, tapi mereka adalah saudara saya. Mungkin mereka adalah orang-orang yang pernah membantu saat saya ke Palu, Sigi, Donggala dan di beberapa tempat di Sulawesi Tengah,” lanjut Nahrawi.  Menpora mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan bantuan dalam bentuk apa saja, baik tenaga, dana, atau  pun doa. 

 

Menpora menambahkan, saat ini para atlet yang sedang berjuang di Asian Para Games juga turut mendoakan saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah. Mereka ingin menggembirakan semua termasuk para korban dengan meraih medali emas. “Alhamdulillah hari ini kita mendapatkan satu emas, satu perak, dan satu perunggu sudah kita raih.”  Menpora menuturkan  perjuangan para atlet disabilitas  menjadi pelajaran penting, karena keterbatasan bukan menjadi alasan untuk  kita bangkit. “Tapi keterbatasan adalah awal kita memberikan sebuah kebahagiaan orang lain," tutupnya. (rep)

 

Kementerian Pemuda dan Olahraga

Kementerian Pemuda dan Olahraga

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha