IHSG Berbalik Menguat Tertolong Aksi Beli oleh Investor Lokal

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Martha Ruth Thertina

Selasa 9/10/2018, 19.14 WIB

Investor asing membukukan penjualan bersih saham sebesar Rp 3,87 triliun dalam sepekan.

Saham KATADATA | Arief Kamaludin
Saham KATADATA | Arief Kamaludin
Saham KATADATA | Arief Kamaludin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan dalam dua hari perdagangan pada pekan ini, berbalik dari penurunan tajam pada pekan sebelumnya. Kenaikan indeks ditopang oleh aksi beli investor domestik di tengah maraknya aksi jual oleh investor asing.

Pada perdagangan Selasa (9/10), IHSG ditutup naik 0,62% ke level 5.796,7. Kenaikan tersebut melanjutkan kenaikan sebesar 0,52% pada perdagangan sehari sebelumnya. Kepala Riset Trimegah Securities Sebastian Tobing mengatakan investor lokal sebetulnya mampu melakukan aksi beli lebih besar.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

"Lokal sudah banyak cash sebenarnya. Tapi, masih ragu-ragu saja belinya dengan rupiah tidak stabil seperti kemarin-kemarin," katanya kepada Katadata.co.id, Selasa (9/10). Nilai tukar rupiah tercatat mengalami pelemahan cepat hingga menembus level Rp 15.200 per dolar Amerika Serikat (AS) mulai Senin (8/10).  

Meski aksi beli oleh investpr lokal mampu menopang laju IHSG, namun Sebastian menjelaskan tetap dibutuhkan sokongan dari aksi beli investor asing. Menurut dia, investor lokal tidak akan mampu menopang terlalu lama. Namun, pergerakan investor asing masih sangat dipengaruhi oleh isu eksternal.

Salah satu hal yang bisa membuat investor asing kembali melakukan beli di pasar saham yaitu tidak beranjutnya lagi kenaikan bunga acuan AS atau Fed Fund Rate. "Baru emerging market mulai kelihatan lebih menarik," katanya.

(Baca juga: Cadangan Devisa dan Data AS Bisa Jadi Pemberat Laju IHSG Pekan Ini)

Bila mengacu pada data RTI, investor asing tercatat membukukan penjualan bersih saham sebesar Rp 300,26 miliar di keseluruhan pasar pada perdagangan Selasa (9/10). Adapun bila dihitung selama sepekan, penjualan bersih saham mencapai Rp 3,87 triliun.

Ke depan, Analis Danpack Sekuritas Harry Wijaya melihat, secara teknikal, IHSG masih dalam tren penurunan alias bearish. Laju IHSG pada Rabu (10/9) diprediksi resisten di level 5.850. Adapun mulai pekan depan, kinerja keuangan emiten di kuartal III bakal mulai jadi perhatian investor.

Adapun penguatan IHSG terjadi di tengah pelemahan indeks di mayoritas bursa saham kawasan Asia dan Eropa. Indeks Nikkei 225 Index (Tokyo) turun 1,32% menjadi 23.469. Indeks Hang Seng (Hong Kong) terkoreksi 0,11% menjadi 26.172. Indeks Strait Times (Singapura) juga melemah 0,47% menjadi 3.166 poin. Sementara itu, Shanghai Composite Index (Shanghai) menemani IHSG dengan menguat 0,17% menjadi 2.721.

Dari kawasan Eropa, indeks FTSE 100 (London) terkoreksi 0,25% menjadi 7.210. Indeks Dax (Frankfurt) juga melemah 0,56% menjadi 11.880.