Kejar Target 35 Ribu MW, Menteri Airlangga: Butuh Banyak Gardu GIS

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Muchamad Nafi

Selasa 9/10/2018, 19.59 WIB

Pembangunan pabrik manufaktur oleh PT ABB Sakti Industri di Kawasan Industri Jatake, Tangerang, Banten dapat membantu pemenuhan kebutuhan GIS.

Gardu Unit GIS
Humas PT ABB Sakti Industri
Gardu Unit GIS PT ABB Sakti Industri

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia masih membutuhkan banyak unit produk gas-insulated switchgear (GIS) tegangan tinggi. Kebutuhan tersebut didasari atas target pemerintah menyediakan tenaga listrik hingga 35 ribu megawatt (MW) dan jaringan transmisi sejauh 46 ribu kilometer (KM).

GIS merupakan sistem penghubung dan pemutus jaringan listrik yang dikemas dalam sebuah tabung nonferro dan menggunakan bahan gas sulphurhexaflouride (SF6) sebagai media isolasinya. GIS menjadi salah satu klasifikasi gardu induk yang menggunakan isolasi gas.

Menurut Airlangga, setidaknya dibutuhkan 150 unit GIS per tahun agar target pemerintah tercapai. “Dengan nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 33,09 - 34,61 persen,” kata Airlangga di Tangerang, Banten, Selasa (9/10). (Baca juga: Proyek 35.000 MW yang Sudah Beroperasi Hanya 7,4%)

Karenanya, pembangunan pabrik manufaktur oleh PT ABB Sakti Industri di Kawasan Industri Jatake, Tangerang, Banten dapat membantu pemenuhan kebutuhan GIS. ABB bakal memproduksi 170 kilovolt (KV) GIS di pabrik seluas 1.000 meter persegi itu.

Presiden Divisi Power Grids ABB Claudio Facchin mengatakan pembangunan pabrik GIS merupakan bagian dari rencana investasi ABB dalam tiga tahun terakhir. ABB sebelumnya telah membangun fasilitas air insulated switchgear (AIS) serta switchgear tegangan menengah dan rendah di daerah yang sama. “Rencana investasi kami dalam tiga tahun terakhir US$ 30 juta,” kata Claudio.

Pembangunan pabrik GIS ini juga untuk semakin mendekatkan jangkauan ABB kepada para pelanggan. Vice President & Head of Sales & Marketing Divisi Power Grids ABB Chandan Singh mengatakan pabrik di Tangerang ini akan difokuskan untuk menyuplai permintaan pelanggan dalam negeri.

(Baca juga: Ada 13% Megaproyek Pembangkit Listrik 35 GW Belum Berkontrak).

Saat ini, pelanggan ABB di Indonesia berasal dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan produsen listrik swasta (independent power plant/IPP). PLN sendiri sebagai pelanggan utama ABB telah memesan produk GIS sebanyak 76 unit. “Pangsa pasar di Indonesia lebih dari 35 persen,” kata Chandan.

Meski demikian, ABB tak menutup peluang untuk ekspor di kemudian hari. Hal tersebut bergantung dengan permintaan pasar dan kapasitas produksi GIS dari pabrik di Indonesia.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha