Wakil PM Malaysia Ajak RI Promosi Sawit dan Berantas Terorisme

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Ekarina

Selasa 9/10/2018, 18.13 WIB

Pemerintah Malaysia mengajak Indonesia bekerja sama mempromosikan industri sawit yang berkelanjutan kepada dunia.

Joko Widodo
ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia
Presiden Joko Widodo bertemua Deputi PM Malaysia Wan Azizah

Wakil Deputi Perdana Menteri Malaysia Wan Azizah Wan Ismail mengajak Presiden Joko Widodo (Jokowi) bekerja sama mempromosikan industri sawit melalui Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) atau organisasi antar pemerintah negara-negara penghasil sawit. Hal ini dikatakan istri Anwar Ibrahim tersebut saat menemui Jokowi di Istana Kepresidenan, Bogor, Selasa (9/10).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan pemerintah Malaysia mengajak Indonesia bekerja sama  mempromosikan industri sawit yang berkelanjutan kepada dunia. Hal itu dilakukan untuk menangkal isu negatif  sawit yang kerap menyasar kedua negara sebagai penghasil sawit terbesar dunia.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca : Mahathir Mohamad Ajak Jokowi Lawan Kampanye Hitam Sawit Uni Eropa)

"Melalui CPOPC akan terus bekerjasama mempromosikan sawit berkelanjutan," kata Retno.

Hal senada sebelumnya  juga pernah diungkap  Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dalam kunjungannya ke Bogor beberapa waktu lalu. Mahatir mengajak pemerintah Indonesia  ikut melawan kampanye negatif terhadap kelapa sawit yang dilancarkan Uni Eropa. 

Tuduhan Uni Eropa bahwa perkebunan sawit menyebabkan kerusakan lingkungan, dapat menghambat ekspor komoditas tersebut dari Indonesia dan Malaysia. Menurut Mahatir, tuduhan ini dinilai tak mendasar dan  tidak bisa dibuktikan kebenaranannya.

 "Bahwa minyak kelapa sawit ini didapatkan dari hutan yang ditebang pengusaha dan terkesan buruk. Itu tidak benar sama sekali," ujarnya.

Isu Keamanan 

Selain isu komoditas sawit, Retno menuturkan, dalam pertemuan tadi Wan Azizah juga menyampaikan pemberantasan terorisme dengan pertukaran informasi intelijen. Menurutnya, pemerintah Indonesia dan Malaysia sebenarnya telah bekerja sama dalam pemberantasan terorisme dalam kerangka sub regional.

(Baca: RI Akan Terlibat dalam Kajian Pembatasan Minyak Sawit di Uni Eropa)

"Tapi akan kami tingkatkan dalam pertukaran intelijen," ujar dia.

Selain itu menurutnya, Wan Azizah juga  menjanjikan melakukan peningkatan keamanan di wilayah perairan negaranya  melalui kapal patroli besar dan canggih. Hal ini menyusul terjadinya kasus penculikan terhadap dua warga negara indonesia yg bekerja pada kapal ikan Malaysia  di perairan Sabah, Malaysia bulan lalu.

"Memang soal pengamanan sedang dibahas," kata Retno.

 

 

 

Reporter: Ameidyo Daud