Gandeng Oracle, JNE Tingkatkan Kemampuan Lacak Paket

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

Kamis 11/10/2018, 14.12 WIB

Transaksi e-commerce sudah mencapai porsi 60% dari 20 juta pengiriman JNE setiap bulan.

JNE
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Presiden Direktur JNE Mohamad Feriadi (tengah) menyaksikan pelayanan pengiriman paket konsumen seusai meresmikan cabang utama Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (26/1).

PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) bekerja sama dengan Oracle Cloud untuk transformasi digital sekaligus peningkatan layanan konsumen. Salah satu fitur yang akan dikembangkan adalah pemantauan pengantaran kurir secara detail dengan notifikasi pada aplikasi My JNE.

Vice President of Technology JNE Arief Rahardjo menyatakan, JNE akan mengembangkan platform baru untuk track and trace pada pengiriman ekspres. “Ini memungkinkan konsumen untuk mengetahui tahap perjalanan pengiriman serta visibilitas untuk keseluruhan transaksi,” kata Arief di Jakarta, Kamis (11/10).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Dia menyebutkan, transaksi e-commerce sudah mencapai pelosok negeri dengan porsi 60% dari 20 juta pengiriman JNE setiap bulan. Sebanyak 300 penerbangan ke 514 destinasi di Indonesia juga menjadi faktor pengembangan bisnis dengan basis cloud.

Arief mengatakan sebagai perusahaan logistik ekspres, JNE terus melakukan efisiensi dalam kinerja internal perusahaan. “Digitalisasi JNE adalah evolusi untuk menghadapi tantangan bisnis,” katanya.

(Baca juga: Adu Kuat Perusahaan Logistik Berebut Pasar E-Commerce)

Kolaborasi dengan Oracle untuk analisis data secara digital juga menjadi salah satu terobosan untuk proyek besar JNE Mega Hub and Automation. Nantinya, sortir barang bakal dilakukan dengan mesin berbasis Artificial Intelegence. Namun, keseluruhan digitalisasi baru akan JNE luncurkan pada akhir tahun 2019.

Sementara itu, Cloud Platform Lead Oracle Rusly Askar mengungkapkan industri berubah cepat sehingga setiap perusahaan harus beradaptasi. “Pilihannya adalah kita terdisrupsi atau kita yang menggunakan disrupsi untuk berkembang,” ujarnya.

Dia mengklaim Oracle punya sistem autonomous database yang membuat mesin pintar untuk mengontrol sistem besar. Sehingga, JNE punya kesempatan untuk mengembangkan fungsi operasional lainnya.

Implementasi Oracle Cloud pada JNE sedang dalam tahap sinergi dalam infrastruktur teknologi. Inovasi ini dihadapkan dapat mengembalikan investasi teknologi dalam waktu tiga tahun.

Reporter: Michael Reily