PLN Dapat Perpanjangan Kontrak Pasokan Gas dari Blok Corridor

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Kamis 11/10/2018, 15.51 WIB

Harga gas di kontrak baru ini lebih mahal US$ 2 per mmbtu.

PLN
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) memperoleh perpanjangan kontrak pasokan gas dari Blok Corridor, Sumatera Selatan yang kini dikelola ConocoPhilips. Gas tersebut akan digunakan PLN untuk menjaga sistem kelistrikan di Batam, Riau agar tidak terganggu.

Kepala Divisi Pengadaan Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi PLN Chairani Rachmatullah mengatakan volume gas yang diperoleh PLN itu sebesar 27 BBTUD. Volume ini tidak berubah dari kontrak sebelumnya.

Namun, dalam kontrak baru ini, harga gasnya tidak sama dengan sebelumnya. " Harganya berubah naik," kata dia kepada Katadata.co.id, Kamis (11/10).

Chairani masih enggan merinci harga baru tersebut. Hanya, harganya lebih tinggi US$ 2 per mmbtu dibandingkan kontrak sebelumnya.

PLN memperpanjang kontrak dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), dalam hal ini PGN membeli gas tersebut dari ConocoPhilips lalu menjualnya kepada PLN. Jadi, PGN mengalirkan gas ke PLN melalui sambungan pipa distribusi milik PGN.

Kontrak baru antara PLN dan PGN tertuang lewat Perjanjian Penjualan Gas (Gas Sales Agreement/GSA). Masa kontrak perpanjangan tersebut berlaku hingga 2023 atau sampai kontrak ConocoPhilips di Blok Corridor habis.

Selain itu, menurut Chairani perpanjangan kontrak gas ini juga sudah mendapat restu pemerintah dalam hal ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Adapun kontrak yang lama telah berakhir pada 7 Oktober 2018 lalu. 

(Baca: PLN Lelang Ulang Pasokan Gas di Tanjung Benoa)

Sementara itu, di dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027 pembangkit listrik PLN dipangkas menjadi 56.000 Megawatt (MW) dari sebelumnya 78.000 MW. Penurunan jumlah pembangkit itu pun mempengaruhi kebutuhan gas PLN.

Di RUPTL kali ini, kebutuhan gas turun menjadi 2.000 BBTUD. Padahal dalam RUPTL 2017-2026 prediksi kebutuhan gas PLN sebesar 3.300 BBTUD. Adapun tahun ini daya serap PLN terhadap gas untuk pembangkit sekitar 1.400 BBTUD.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha