Total Naikkan Harga BBM untuk Periode Oktober

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Kamis 11/10/2018, 10.04 WIB

Kenaikan BBM Total kali ini bervariasi mulai dari Rp 350 per liter sampai Rp 850 per liter.

spbu
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Total Oil Indonesia kembali menaikkan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bulan ini. Kenaikan BBM Total kali ini bervariasi mulai dari Rp 350 per liter sampai Rp 850 per liter.

Untuk wilayah Jakarta Performance 92 naik menjadi Rp 10.500 per liter dari sebelumnya Rp 10.150 per liter. Performance 95 naik menjadi Rp 12.350 per liter, sebelumnya Rp 11.500 per liter. Sementara itu BBM Diesel milik Total naik menjadi Rp 11.950 per liter, dari awal hanya Rp 11.400 per liter.

Begitu juga harga Performance 90 naik menjadi Rp 9.800 per liter, padahal sebelumnya masih di kisaran harga Rp 9.200 per liter."Per tanggal 3 Oktober 2018 update harga jual di SPBU Total," mengutip data BPH Migas, Kamis (11/10).

Dalam empat bulan ini, perusahaan asal Prancis tersebut sudah lima kali menaikkan harga dan satu kali menurunkannya. Total menaikkan harga BBM pada 1 Juni 2018 lalu. Kenaikan BBM saat itu bervariasi mulai Rp 100 per liter hingga Rp 600 per liter.

Selanjutnya, 1 Juli 2018 Total kembali menaikkan harga BBM-nya. Kenaikannya mulai dari Rp 550 per liter hingga Rp 800 per liter. Lalu 7 Juli 2018, Total menurunkan harga BBM-nya, penurunan harganya berkisar Rp 100 hingga 200 per liter.

Pada 2 Agustus 2018, Total menaikkan harga BBM. Kenaikannya bervariasi mulai dari Rp 50 per liter sampai Rp 100 per liter. Lalu pada 29 Agustus 2018, Total kembali menaikkan harga BBM. Variasi kenaikannya mulai dari Rp 50 per liter sampai Rp 150 per liter.

(Baca: Harga BBM di SPBU Total Naik Lagi)

Pengaturan Harga BBM nonsubsidi tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 34 Tahun 2018 tentang perhitungan harga jual eceran BBM. Aturan itu merupakan revisi dari aturan sebelumnya yakni Permen 21 tahun 2018.

Mengacu aturan itu, dalam menentukan harga BBM nonsubsidi, margin badan usaha tetap dipatok maksimal 10% dari harga dasar. Variabel lainnya dalam penentuan harga adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang menyesuaikan peraturan daerah provinsi setempat.

Dengan adanya revisi itu, maka perubahan harga BBM non subsidi tidak perlu lagi persetujuan Menteri ESDM. Badan usaha cukup melaporkan saja kepada Kementerian ESDM terkait penyesuaian harga. Namun penyesuaian harga hanya bisa dilakukan setiap satu bulan sekali.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha