Hadiri Wisuda STAN, Sri Mulyani Ungkap Tantangan Mengelola Uang Negara

Penulis: Rizky Alika

Editor: Martha Ruth Thertina

Kamis 18/10/2018, 15.03 WIB

Besarnya populasi penduduk, perubahan teknologi, dan lokasi geografis yang strategis namun rawan bencana jadi tantangan dalam pengelolaan keuangan negara.

Katadata 6
Katadata
Menteri Keuangan, Sri Mulyani pada acara Katadata Forum dan peluncuran logo baru Katadata di Jakarta, Selasa, (08/05).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri prosesi wisuda di Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN). Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan soal berbagai tantangan dalam mengelola keuangan negara. Ia berharap PKN STAN dapat menghasilkan pengelola keuangan yang mampu menjawab tantangan yang dimaksud.   

Menurut dia, salah satu tantangan besar dalam pengelolaan keuangan negara terkait bonus demografi yaitu populasi penduduk yang besar dengan mayoritasnya merupakan generasi milenial. Pengelola keuangan harus mengembangkan sektor pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial yang berkelanjutan untuk agar bonus demografi tersebut bisa terkelola.

“Bonus demografi yang kita miliki saat ini sangat penting dalam meningkatkan produktivitas dan perekonomian,” kata dia dalam pidato Wisuda Akbar PKN STAN Tahun Akademik 2018 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (18/10).

(Baca juga: Sri Mulyani: Tahun Depan Berat, Banyak Utang yang Jatuh Tempo)

Tantangan lainnya ialah perubahan teknologi yang cepat. Dinamika teknologi tersebut dapat jadi tantangan sekaligus ancaman bagi negara. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan formula pengelolaan keuangan yang siap dalam menghadapi perubahan pada masa depan.

Selain itu, ia menyinggung soal berkah dan tantangan geografis Indonesia dalam pengelolaan keuangan. Indonesia memiliki wilayah yang luas dan strategis. “Kondisi geografis ini memberi banyak berkah,” ujarnya. Akan tetapi, lokasi geografis tersebut juga memiliki kerawanan bencana alam yang harus diantisipasi.

(Baca juga: Ambisi Penerimaan Negara Tinggi di Tengah Risiko Laju Ekonomi Melambat)

Maka itu, ia berharap PKN STAN dapat menghasilkan pengelola keuangan negara yang mampu menjawab berbagai tantangan tersebut. Ia juga berharap para lulusan PKN STAN yang mendapatkan hak istimewa sebagai aparatur sipil negara (ASN) untuk terus berkarya bagi negara.

“Banyak di luar sana yang ingin menjadi ASN. Posisi dan awal karir Anda adalah suatu hadiah dari negara Indonesia. Jadikan hadiah dan privilege ini sebagai motivator untuk terus berkarya bagi negara,” kata dia.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha