Survei BI: Inflasi Pekan III Oktober 0,12% karena Harga Pertamax Naik

Penulis: Rizky Alika

Editor: Martha Ruth Thertina

Jum'at 19/10/2018, 16.28 WIB

Ekonom memperingatkan risiko inflasi imbas kenaikan harga produk impor ataupun yang bermuatan impor seiring pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS.

BBM SPBU
Arief Kamaludin|KATADATA

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan berdasarkan hasil survei institusinya, inflasi bulanan pekan ketiga Oktober sebesar 0,12%, berbalik dari deflasi 0,18% pada bulan sebelumnya. Ini artinya, inflasi telah mencapai kisaran 3% secara tahunan.

Dengan perkembangan tersebut, ia melihat inflasi di akhir tahun terindikasi berada di bawah 3,5% atau dalam rentang target yaitu 2,5-4,5%. "Ini menunjukkan inflasi itu tetap rendah dan terkendali, mengkonfirmasi perkiraan kami," kata dia saat ditemui di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (19/10).

Menurut dia, inflasi pada Oktober disebabkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dan cabai merah. Di sisi lain, harga bawang merah dan daging ayam ras tercatat mengalami penurunan harga. (Baca juga: Inflasi Rendah, Ekonom UI: Pemerintah Punya Ruang Naikkan Harga BBM)

Adapun secara keseluruhan, semua komponen inflasi rendah, baik inflasi inti, harga pangan bergejolak (volatile food), maupun harga yang dikendalikan pemerintah (administered price).  

Di sisi lain, Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira sempat memperingatkan adanya risiko inflasi dari kenaikan harga barang impor ataupun yang bermuatan impor seiring berlanjutnya pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Sejauh ini, menurut dia, penjual dan produsen masih menahan harga jual ke konsumen karena permintaan melemah. "Tapi pertanyaanya, sampai kapan pedagang bertahan dengan memangkas marjin laba?”

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani. "Tidak ada kenaikan harga tapi harus realistis sampai sejauh mana bisa bertahan harganya," ujar dia.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha