Tokopedia Resmi Ganti Tokocash dengan OVO Milik Grup Lippo

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria

5/11/2018, 14.21 WIB

Pengguna tidak perlu memiliki aplikasi tersendiri untuk mengaktifkan akun OVO lewat Tokopedia.

OVO
OVO
Sistem pembayaran OVO telah menjangkau 9.000 mitra UKM (24/8).

Setelah mengumumkan kerja sama dengan PT Visionet Internasional, Tokopedia mulai meminta penggunanya mengganti akun Tokocash dengan OVO. Semua saldo dan poin Tokocash akan dikonversi dengan layanan keuangan digital (financial technology/fintech) milik Grup Lippo tersebut.

Informasi terkait pergantian layanan pembayaran itu dikirim lewat surat elektronik (surel) kepada penjual dan pembeli Tokopedia. "Dulu TokoCash, Sekarang OVO! Pembayaran praktis untuk penuhi kebutuhanmu," demikian kata Tokopedia lewat surel tersebut, Minggu (4/11).

Uang pengguna yang ada di Tokocash otomatis akan berpindah ke OVO. Namun, pengguna lebih dulu harus melakukan aktivasi OVO terlebih dulu di aplikasi ataupun situs Tokopedia. Bagi yang sudah memiliki akun OVO, maka akun keduanya akan terintegrasi. "Pengguna juga tidak perlu memiliki aplikasi OVO, untuk mengaktifkan akun OVO lewat Tokopedia," demikian tertulis.

(Baca juga: Ekspansi ke Indonesia, Alipay dan WeChat Pay Bersiap Gandeng BNI)

Dengan demikian, pengguna bisa membayar melalui OVO untuk bertransaksi di Tokopedia. Uang kembali (cashback) atas berbagai promo yang diterima pun akan masuk ke OVO Cash. Selain itu, OVO point dan TokoPoints pun turut dikonversi.

Sebelumnya, COO Tokopedia Melissa Siska Juminto mengatakan, kerja sama dengan OVO ini menambah pilihan metode pembayaran bagi pengguna. Kerja sama ini akan mempermudah pengguna Tokopedia yang mencapai 80 juta pengguna per bulan.

"Bersama dengan OVO, kami tidak hanya memberi pengalaman berbelanja yang lebih nyaman, tetapi juga menyediakan opsi pembayaran yang dapat digunakan secara luas, baik secara online maupun offline," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (31/10).

TokoCash sendiri dibekukan oleh Bank Indonesia (BI) sejak September 2017 karena belum memenuhi ketentuan bank sentral.  Selain Tokopedia, perusahaan e-commerce lain yang  bernasib serupa adalah Bukalapak dan Shopee. Hanya, ShopeePay milik Shopee sudah mendapat izin melalui perusahaan yang terafiliasi, PT AirPay International Indonesia.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN