Pertama dalam 9 Bulan, Cadangan Devisa Oktober Naik US$ 400 Juta

Penulis: Rizky Alika

Editor: Martha Ruth Thertina

Rabu 7/11/2018, 19.52 WIB

Kenaikan cadangan devisa juga dinilai seiring dengan kebijakan Bank Indonesia yang tidak jor-joran mengintervensi kurs rupiah.  

dolar 1.jpg
KATADATA/ Arief Kamaludin

Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa pada akhir Oktober 2018 berada di posisi US$ 115,2 miliar atau naik US$ 400 juta dibandingkan posisi akhir September yang sebesar US$ 114,8 miliar.

"Peningkatan cadangan devisa dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas (minyak dan gas) dan penarikan utang luar negeri pemerintah yang lebih besar dari kebutuhan devisa," demikian tertulis dalam siaran pers BI yang dilansir pada Rabu (7/11).

Cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Artinya, cadangan devisa berada di atas standar kecukupan internasional, yakni sekitar 3 bulan impor.

(Baca juga: Ekonom Sebut Pergerakan Cepat Kurs Rupiah Bisa Ganggu Sektor Riil)

Dengan kondisi tersebut, BI menilai cadangan devisa mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. BI memperkirakan cadangan devisa tetap memadai, didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik dan kinerja ekspor yang positif.

Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai kenaikan cadangan devisa juga seiring dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) yang tak jor-joran untuk intervensi kurs rupiah. Hal itu untuk mempersiapkan diri menghadapi tekanan kurs bila terjadi arus keluar modal asing seiring potensi kenaikan lebih lanjut bunga acuan Amerika Serikat (AS).

"Ibaratnya BI hemat cadangan devisa untuk mempersiapkan perang yang lebih besar di akhir tahun sampai 2019," ujarnya. Adapun cadangan devisa diperkirakannya bisa kembali tersokong bila pemerintah melakukan penarikan utang luar negeri untuk mendanai lebih awal (prefunding) belanja 2019.

(Baca juga: Banjir Dana Asing ke SUN, Nyaris Rp 20 Triliun Kurang dari Sebulan)

Cadangan devisa berada dalam tren penurunan setelah menembus level tertingginya sepanjang masa pada akhir Januari 2018 yaitu sebesar US$ 131,98 miliar. Ini artinya, cadangan devisa tergerus US$ 16,78 miliar atau sekitar Rp 245 triliun hingga Oktober. Cadangan devisa banyak terpakai di antaranya untuk stabilisasi kurs rupiah.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha