Bulog Buka Lelang Impor Jagung dari Argentina dan Brazil

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

Kamis 8/11/2018, 18.56 WIB

Bulog membuka lelang impor jagung dari Brazil dan Argentina. Jagung tersebut rencananya akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan sektor peternakan.

Petani Jagung
ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Buruh tani mengemas jagung manis ke dalam karung usai dipetik di area persawahan Desa Bringin, Kediri, Jawa Timur, Selasa (8/5). Petani di daerah tersebut mengaku lebih untung menanam jagung manis (jagung sayur) karena masa panen lebih cepat dari pada jagung pakan ternak (jagung kering) dan dengan harga jual relatif stabil pada kisaran harga Rp2.000 per kilogram.

Perum Bulog  membuka lelang impor kepada sejumlah eksportir jagung asal Argentina dan Brazil. Lelang impor jagung sebanyak 100 ribu ton itu dibuka dengan tiga kriteria utama jagung impor.

"Saya ingin kualitas yang baik, stok, dan kecepatan pengiriman," kata Direktur Utama Bulog Budi Waseso di Jakarta, Kamis (8/11).

Deskripsi jagung impor dalam surat lelang juga mensyaratkan kadar air maksimal 14%, butir pecah maksimal 3%, butir rusak maksimal 5%, material asing maksimal 2%, aflatoksin maksimal 20 ppb, serta bebas dari serangga hidup. Batas kedatangan paling lambat sampai 20 Desember 2018. (Baca: Mentan Jelaskan Alasan Impor Jagung meski Produksi Diklaim Surplus)

 

Bulog juga memberi 7 persyaratan dokumen kepada eksportir Argentina dan Brazil, yaitu peserta lelang harus merupakan anggota Grain and Feed Trade Association (GAFTA), berpengalaman ekspor selama tiga tahun, merupakan pelanggan bank kelas dunia,  memiliki laporan finansial terbaru, memiliki profil perusahaan, memiliki jadwal kedatangan paling lambat tanggal 20 Desember 2018, serta berkomitmen mengisi kuota ekspor.

Pengisian kuota akan berakhir pada, Jumat 9 November 2018 besok. Rencananya, impor jagung akan datang melalui dua pelabuhan, yaitu Pelabuhan Ciwandan sebanyak 30 ribu ton dan Pelabuhan Teluk Lamong sebesar 70 ribu ton.

Sementara itu, Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar menjelaskan pendistribusian jagung impor akan dimulai pada Januari setelah jagung tiba di gudang Bulog. "Masa pengapalannya 30 hari secara bertahap," ujar Bachtiar. (Baca: Pemerintah Putuskan Impor Jagung, Kementan Berkukuh Produksi Surplus)

Bulog ditugaskan pemerintah mengimpor 100 ribu ton jagung dan harus  direalisasikan hingga akhir tahun. Jagung impor tersebut nantinya akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan peternak mandiri.   

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita, menyatakan kesepakatan impor jagung telah diputuskan berdasarkan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pekan lalu.

"Kami mengusulkan 50 ribu ton hingga 100 ribu ton impor jagung, semakin cepat semakin baik," kata Diarmita di Jakarta.

Dia menjelaskan, Bulog akan mengimpor jagung untuk dijual kepada peternak mandiri. Tujuannya untuk menjaga harga jagung yang semakin melonjak dan memberatkan sektor peternakan.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 58 Tahun 2018, pemerintah menetapkan harga acuan penjualan konsumen untuk jagung sebesar Rp 4 ribu per kilogram. Namun kenyataannya, harga jagung di pasaran sudah berada di atas Rp 5 ribu per kilogram.

 

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha