Pengeboran Sumur Eksplorasi Tahun Ini Diprediksi Tak Capai Target

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Kamis 8/11/2018, 14.17 WIB

Salah satu faktor yang mempengaruhi tak tercapainya target tersebut adalah perizinan di daerah.

Rig
Katadata

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memprediksi target pengeboran sumur eksplorasi tahun ini tidak akan mencapai target, meski harga minyak alami kenaikan beberapa tahun terakhir. Ini melihat capaian pengeboran saat ini yang masih di bawah target.

Berdasarkan data SKK Migas, sejak Januari hingga Oktober 2018, realisasi pengeboran sumur eksplorasi hanya 18 dari target 104. “Sampai akhir tahun outlook-nya tidak mencapai, "kata Amien dalam sarasehan media di Ciloto, Jawa Barat, Kamis (8/11).

Secara tren, pengeboran sumur eksplorasi selama tiga tahun terakhir bergerak fluktuatif. Paling tinggi yakni tahun 2015 dengan realisasi 67 sumur. Lalu tahun 2016 hanya tercapai sebesar 43 sumur, dan pada 2017 naik menjadi 54 sumur.

Menurut Amien, ada beberapa faktor yang membuat pengeboran sumur eksplorasi masih belum masif tahun ini. Pertama, ketersediaan dana yang minim dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam mengebor sumur, sehingga pengeboran kerap mundur dari target yang ditentukan. Kedua, terhambatnya pengeboran karena terkendala izin di daerah dan masalah sosial.

Kendala lain yang menyebabkan pemboran eksplorasi sering terkendala adalah pengadaan rig yang memakan waktu lama. "Jadi terpaksa pemboran masuk ke tahun depan," kata Amien.

Sementara itu harga minyak mengalami tren kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Mengacu data Kementerian ESDM, harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Tahun 2016, rata-rata harga minyak hanya US$ 35,46 per barel. Tahun 2017, bisa mencapai US$ 51,15 per barel.

Lalu rata-rata sejak awal Januari hingga September 2018 sebesar US$ 68,2 per barel. Bahkan, periode September, ICP mencapai level tertinggi US$ 74,9 miliar. 

(Baca: Capai Level Tertinggi, Harga Minyak Indonesia pada Oktober US$ 77,56)

Selain pengeboran eksplorasi, SKK Migas juga mencatat kinerja pengeboran realisasi kerja ulang sumur sampai Oktober baru mencapai 438 sumur, target tahun ini 637 sumur. Sementara itu realisasi pengeboran pengembangan sudah mencapai 212 sumur sampai Oktober 2018, ini juga masih di bawah target tahun ini 289 sumur.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha