Instagram Luncurkan Tiga Fitur Baru untuk Berbelanja

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Muchamad Nafi

16/11/2018, 20.26 WIB

Instagram pun dikabarkan mengembangkan aplikasi baru yang terpisah dan difungsikan untuk berbelanja.

Ilustrasi Instagram
Katadata

Instagram merilis tiga fitur baru yang memungkinkan penggunanya berbelanja langsung di platformnya. Fitur itu di antaranya koleksi belanja, pembelian lewat video, dan, desain ulang tab belanja.

Data Instagram menunjukan 80 persen penggunanya mengikuti akun merek pada 2017. “Semua orang menemukan cara berbeda untuk berbelanja di Instagram,” kata Manajer Produk Instagram Layla Amjadi sebagaimana dikutip AdWeek, kemarin (15/11) malam.

Fitur pertama yakni koleksi belanja, memungkinkan pengguna untuk menyimpan foto produk yang diunggah melalui Story ataupun Feed ke profil mereka. Hal ini untuk mempermudah pengguna membeli produk. (Baca juga: Mayoritas UKM Pengguna WhatsApp Business Catat Peningkatan Penjualan)

Fitur kedua, Instagram mengizinkan pengguna membeli produk dari unggahan video. Pada September lalu, Instagram merilis layanan serupa yang memungkinkan pengguna menambahkan label produk atas unggahan mereka yang berupa gambar.

Fitur ketiga, desain ulang tab belanja sehingga pengguna dapat mendesian akun bisnisnya. “Pengguna secara konsisten menyampaikan bahwa salah satu hal favorit yang mereka lakukan di Instagram adalah berbelanja,” kata Layla.

The Verge melaporkan, ketiga fitur ini hanya bisa dinikmati oleh pengguna dengan akun bisnis. Untuk itu, tampilan akun bisnis kabarnya bakal memiliki desain berbeda supaya tampak seperti situs belanja pada umumnya.

Sebelumnya, Instagram dikabarkan mengembangkan aplikasi baru yang terpisah dan difungsikan untuk berbelanja. Berdasarkan penelusuran The Verge, aplikasi anyar ini mengarahkan pengguna untuk menelusuri koleksi barang dari pedagang.

Melalui aplikasi itu, pengguna bisa mengikuti akun dan membeli produk langsung lewat aplikasi. Untuk itu, The Verge menyebutnya sebagai Instagram Shopping. Hanya, pihak Instagram menolak mengomentarinya. (Baca pula: Path, Google+ hingga Friendster Tumbang, Tak Ada Yang Saingi Facecbook)

Bisa jadi, hal itu karena aplikasi ini memang masih dalam tahap pengembangan. “Pengembangannya masih berlangsung, dan bisa saja dibatalkan sebelum dirilis,” demikian dikutip dari The Verge.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan