Mandiri Pimpin Kredit Sindikasi Terbesar Proyek Tol Rp 13,7 Triliun

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

Selasa 27/11/2018, 19.05 WIB

Kredit tersebut rencananya untuk membangun enam ruas tol dalam kota Jakarta tahap I ruas Semanan-Sunter dan Sunter-Pulogebang.

jalan tol jakarta
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah kendaraan antre membayar tol di gerbang Tol Cibubur, Jagorawi, Jakarta, Jumat (5/5). Pemerintah berencana menerapkan pembayaran nontunai pada seluruh gerbang tol di Indonesia terhitung mulai Oktober 2017.

PT Jakarta Tollroad Development Jaya Pratama milik Pembangunan Jaya Group mendapatkan kredit sindikasi dari 29 bank, yang yang dipimpin Bank Mandiri, senilai Rp 13,7 triliun. Kredit investasi tersebut menjadi kredit sindikasi terbesar yang pernah diberikan untuk pembangunan jalan tol.

Kredit tersebut rencananya digunakan untuk pembangunan enam ruas tol dalam kota Jakarta tahap I ruas Semanan-Sunter dan Sunter-Pulogebang dengan total panjang tol sekitar 30 kilometer (km).

Dalam pemberian kredit, Bank Mandiri bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arranger (JMLA) Coordinator. Bersama entitas anaknya Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank Mandiri menjadi group kontributor terbesar dengan limit pembiayaan sebesar Rp3 triliun, yakni Bank Mandiri Rp2 triliun, BSM Rp1 triliun.

Senior EVP Large Corporate Bank Mandiri Dikdik Yustandi mengungkapkan, penyaluran kredit oleh Bank Mandiri ini berujuan mendukung percepatan pembangunan proyek infrastruktur agar meningkatkan konektivitas dan membantu mengurangi kemacetan di wilayah DKI Jakarta.

"Bank Mandiri tidak hanya mendukung program-program infrastruktur milik Pemerintah yang mayoritas dilaksanakan oleh BUMN. Kami juga mendukung keterlibatan swasta untuk turut berperan dalam percepatan pengadaan infrastruktur nasional. Harapannya, swasta nasional juga semakin terdorong untuk meningkatkan kontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia secara keseluruhan,” kata Dikdik dalam rilisnya, Selasa (27/11).

Menurut Dikdik, Bank Mandiri memiliki komitmen yang kuat dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur penting, seperti pembangunan jalan tol, dan pembangunan bandara maupun pelabuhan laut. Untuk itu, pihaknya memiliki produk-produk pembiayaan yang bisa dimanfaatkan, termasuk pada tahap pembebasan lahan, pembangunan konstruksi maupun tahap pengoperasian.

Portofolio Bank Mandiri di jalan tol sendiri pada akhir Triwulan III-2018 berada di Rp 12,3 triliun, naik 31% secara yoy. Dari total komitmen kredit jalan tol tersebut, Dikdik mengungkapkan, sebesar Rp 10,1 triliun atau 82% disalurkan melalui skema sindikasi.

“Selain dapat meningkatkan nilai riil pinjaman yang diterima kontraktor, skema indikasi juga menjadi solusi terbaik baik kreditur seperti Bank Mandiri dalam mengelola risiko,” kata Dikdik.

Pemberian kredit sindikasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kredit sindikasi yang lakukan oleh Dikdik selaku Senior EVP Large Corporate Bank Mandiri bersama Direktur Utama PT JTD Jaya Pratama Frans Sunito serta direksi bank anggota sindikasi lainnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha