Masih Tahap Uji Coba, Fintech Astra Sudah Miliki 1.300 Akun

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

Sabtu 1/12/2018, 08.32 WIB

Proses penyempurnaan masih dilakukan dengan membangun credit scoring. Diperkirakan akan beroperasi penuh 6 - 12 bulan mendatang.

Astra
Arief Kamaludin | Katadata
Astra

PT Astra International Tbk (ASII) masih terus menyempurnakan perusahaan teknologi finansial (tekfin) miliknya yaitu PT Astra WeLab Digital Arta (AWDA). Meski masih dalam tahap uji coba, tekfin yang diluncurkan awal September lalu ini telah berhasil menggaet lebih dari 1.300 akun.

"Masih dalam tahap percobaan, kami masih mencari lebih banyak lagi akun dan pola pembayaran konsumen. Pola pembayaran tersebut nantinya digunakan untuk membangun credit scoring yang lebih tepat, menyesuaikan dengan engine yang kami punya. Setelah itu kami akan beroperasi penuh," jelas Direktur Astra Suparno Djasmin ketika ditemui Katadata.co.id, di Jakarta, Jumat (30/11).

Suparno mengungkapkan, sejak diluncurkan tiga bulan lalu, operasional AWDA masih terbatas di wilayah DKI Jakarta. Walaupun menurut kesepakatan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ketika itu, AWDA diizinkan untuk beroperasi di 10 kota. 

Menurut Suparno, OJK masih meninjau operasional terbatas AWDA sebelum diizinkan beroperasi secara penuh. Dia berharap, proses evaluasi tersebut dapat selesai dalam kurun waktu 6 bulan hingga 12 bulan kedepan.

"Kita masih dalam tahap evaluasi, tapi kami cukup puas dengan hasil yang kami dapatkan berdasarkan algorithm analytic engine yang kami miliki," kata Suparno menambahkan.

Astra melihat semakin tingginya penetrasi internet dan penggunaan telepon pintar (smartphone) di Indonesia, serta generasi muda yang semakin aktif menggunakan teknologi sebagai katalis pertumbuhan bisnis AWDA. "Di dalam ekosistem Astra, ada sekitar 10 juta konsumen potensial. Belum lagi yang di luar itu," kata Suparno.

 AWDA merupakan perusahaan patungan antara Astra melalui entitas anaknya, PT Sedaya Multi Investama (SMI) dengan WeLab, perusahaan tekfin yang berkantor pusat di Hongkong. Melalui aplikasi mobile bernama Maucash, AWDA menyalurkan pinjaman berbasis P2P baik untuk konsumen retail ataupun solusi finansial berbasis teknologi untuk konsumen korporasi.

Indonesia merupakan pasar ketiga yang dimasuki WeLab di Asia. WeLab yang berdiri pada 2013, mengoperasikan aplikasi pinjaman online WeLend di Hong Kong dan Wolaidai di Tiongkok dengan jumlah 30 juta pengguna. Total pinjaman yang disalurkan WeLab hingga akhir 2017 mencapai US$ 28 miliar.

(Baca: Astra dan Welab Siapkan US$21 Juta untuk Bisnis Fintech Lending)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha