Kementerian PUPR Setop Sementara Pekerjaan Jembatan Trans Papua

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Ekarina

Selasa 4/12/2018, 13.38 WIB

Penundaan sementara pengerjaan proyek tak berdampak pada target penyelesaian proyek jalan Trans Papua pada 2019.

Trans Papua
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Foto udara Jalur Trans Papua di ruas jalan Wamena-Habema, Papua, Selasa (9/5).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memutuskan menghentikan sementara seluruh pembangunan jembatan di wilayah segmen V Trans Papua. Hal ini dilakukan menyusul kejadian penembakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap sejumlah pekerja proyek.

Kejadian berlangsung di dua titik yakni jembatan Sungai Yigi dan Sungai Aorak. Oleh sebab itu pekerjaan jembatan di seluruh segmen V dihentikan sementara sampai waktu yang tidak ditentukan  sampai ada pemberitahuan resmi pihak keamanan.

"Kami hentikan sampai menunggu kondusivitas dan rekomendasi Pangdam dan Polda," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (4/11).

(Baca: Menteri PUPR Jamin Proyek Jalan Papua dan Kalimantan Tak Naikkan Impor)

Kejadian nahas tersebut menimpa sejumlah pekerja PT. Istaka Karya (Persero) ketika tengah mengerjakan jembatan dua sungai.

Sepanjang jalan Trans Papua dari Wamena-Mamugu, Basuki menyebut terdapat pekerjaan 35 proyek jembatan yang dikerjakan oleh dua perusahaan BUMN, yaitu Istaka Karya dan Brantas Abipraya. Secara total, Istaka Karya membangun 14 jembatan segmen V dan total ada 11 jembatan yang sedang dalam pengerjaan. Sedangkan PT. Brantas Abipraya mengerjakan 21 jembatan. 

Adapun  keseluruhan,  progres pembangunan jembatan menurut Basuki, telah mencapai 72%, sedangkan keseluruhan pekerjaan segmen V Trans Papuayang membentang  sepanjang 278 kilometer telah mencapai 70%. Namun  di tengah jalan, proyek ini harus dihentikan sementara karena pertimbangan keamanan.

"Jalan sebenarnya sudah tembus namun belum sempurna karena 35 jembatan ini," kata Basuki.

(Baca juga: Besok, Pemerintah Evaluasi Proyek Trans Papua hingga Pelabuhan)

Dia pun mengakui bahwa untuk pekerjaan jembatan yang dikerjakan Brantas telah dihentikan sejak empat bulan lalu sejak adanya rekomendasi keamanan Pangdam. Namun dirinya meyakini penundaan itu tidak berdampak pada target penyelesaian proyek jalan Trans Papua pada 2019 mendatang.

"Karena ini bukan jembatan besar dan memang kondisi kahar (force majuer)," katanya.

Atas kejadian itu, Basuki mengatakan turut berbelasungkawa terhadap para pekerja yang turut menjadi korban dan akan memberi penghargaan kepada para pegawai tersebut. "Ini juga mengingatkan kami agar berfikir lebih lengkap (holistik) dalam membangun," ujar dia.

 

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga Sugiyartanto mengatakan penyempurnaan jalan Segmen V yang menghubungkan Wamem dan Mamugu tersebut tetap akan dilanjutkan mengingat jalan sudah berhasil ditembus. Namun dia mengakui dalam pekerjaan lanjutan, masih perlu pendampingan dari aparat.

"(Pengerjaannya) Normal, kalau proyek ada satpamnya," kata dia.

 

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha