IHSG Seharian Di Zona Merah, Bursa Dalam Kondisi Bearish Pada Desember

Penulis: Happy Fajrian

Rabu 5/12/2018, 19.12 WIB

Pasar akan dalam kondisi bearish karena sentimen negatif memengaruhi kondisi pasar lebih kuat dibanding sentimen positifnya.

Bursa saham
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Indeks Harga Saham Gabungan ditutup 6133,12 turun 19,74 poin atau 0,32%. investor tidak terlalu aktif walau nilai transaksi mencapai 8,48 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 10,01 miliar saham. 171 saham naik, 236 turun, dan 122 saham stagnan.

Di tengah indeks yang turun, sejumlah saham masih mampu membukukan kenaikan harga sekaligus menahan kejatuhan indeks lebih dalam lagi. Dari jajaran top gainers ada Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) yang harga sahamnya naik 24% menjadi Rp62, Mahaka Media Tbk (ABBA) naik 20,21% menjadi Rp113, JAPFA Tbk (JPFA) naik 10,80% menjadi Rp2360, Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang naik 9,68% menjadi Rp6.800.

Pada jajaran top losers Sinergi Megah Internusa Tbk (Nusa) memimpin dengan koreksi 25% pada harga sahamnya menjadi Rp372 per saham, diikuti Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) dengan koreksi 6,88% menjadi Rp1.490, Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) koreksi 5,51% menjadi Rp600, MD Pictures Tbk (FILM) terkoreksi 5,26% menjadi Rp900.

cuitan Presiden Amerika Serikat (AS) DOnald Trump kembali menciptakan kekhawatiran di kalangan investor yang menyeret seluruh bursa di dunia ke zona merah. Cuitan tersebut membuat kondisi pasar yang tadinya mulai sedikit kondusif seiring dengan gencatan senjata AS dan Tiongkok selama 90 hari kedepan mulai 1 januari 2019, menjadi kembali resah.

Pasalnya, investor menjadi ragu negosiasi antara Trump dan xi jinping akan mampu melahirkan kesepakatan sekaligus memastikan perang dagang antara keduanya tidak tereskalasi lebih lanjut.

Kendati seharian berada di zona merah, IHSG tidak terkoreksi sedalam indeks-indeks lainnya. Seluruh indeks AS terkoreksi hingga lebih dari 3%, dengan Nasdaq terkoreksi paling dalam hingga 3,80%, diikuti S&P 500 terkoreksi 3,24%, dan Dow Jones Index terkoreksi 3,10%. Sementara itu di bursa asia, Hang Seng Index terkreksi 1,62%, Shanghai Composite index terkoreksi 0,61%, Nikkei 225 Index terkoreksi 0,53%, Strait Times Index terkoreksi 0,37%.

Katadata Market Sentiment Index yang dirilis oleh Katadata Insight Center (KIC) memprediksi pasar akan dalam kondisi bearish pada bulan Desember ini. Menurut Katadata Market Sentiment Index, sejumlah sentimen positif seperti menguatnya nilai tukar rupiah, turunnya imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun, turunnya harga minyak mentah dunia, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif baik hingga triwulan III 2018 kurang mampu membuat kondisi pasar menjadi bullish.

Pasalnya, harga minyak dunia dinilai masih rentan dan eskalasi perang dagang masih mungkin terjadi. Sementara itu, indikator makro ekonomi domestik menggambarkan perekonomian nasional belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

Sebaliknya aktivitas perekonomian AS masih menunjukkan tren perbaikan sehingga peluang suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) untuk naik pada Desember 2018 dan prediksi kenaikan lainnya pada 2019 masih cukup besar. Kenaikan suku bunga FFR menimbulkan volatilitas pada kurs rupiah dan pasar modal Indonesia. Volatilitas yang tinggi menjadi salah satu indikasi bahwa pasar saham dalam kondisi bearish.

(Baca: Katadata Market Index: Tren Bearish Bursa Berlanjut di Desember)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha