Realisasi Subsidi Energi Tahun 2018 Diperkirakan Rp 163,5 Triliun

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

Rabu 5/12/2018, 20.19 WIB

Beberapa variabel yang mempengaruhi realisasi subsidi energi adalah harga minyak, kurs rupiah dan tarif listrik.

BBM SPBU
Arief Kamaludin|KATADATA

Direktorat Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan memproyeksi realisasi subsidi energi di akhir tahun 2018 tidak akan terlampau jauh dari target. Anggaran yang dialokasikan untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik diperkirakan akan mencapai Rp 163,5 triliun hingga akhir tahun.

Direktur Jenderal Anggaran Askolani menjelaskan, beberapa variabel yang diperhitungkan adalah subsidi solar yang naik dari Rp 500 menjadi Rp 2.000 per liter, juga tambahan subsidi listrik.

"Sejauh ini kami proyeksi tidak banyak perubahan pada outlook, tetapi mungkin ada penyesuaian dengan kondisi aktual," ujarnya di Bali, Rabu (5/12).

(Baca juga: Pertamina Tanggung Utang Rp 522 Triliun, Laba Bersih Cuma Rp 5 Triliun)

Selain itu, fluktuasi harga minyak dan nilai tukar rupiah juga berdampak pada realisasi subsidi energi. Pasalnya, besaran outlook tersebut masih memperhitungkan harga minyak Indonesia (ICP) rata-rata sebesar US$ 70 per barel. Sementara berdasarkan pemantauan sampai saat ini, (rata-rata ICP) kemungkinan bisa sekitar US$ 68 per barel.

Per Oktober lalu, realisasi subsidi energi telah mencapai Rp 160,36 triliun atau 102,64% dari pagu APBN 2018 yaitu sebesar Rp 156,23 triliun. Dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, realisasi anggaran subsidi energi mengalami kenaikan 56,2% (yoy).

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha