PLN Tunda Operasi Pembangkit Listrik Tenaga Angin Janeponto Sulawesi

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Muchamad Nafi

8/12/2018, 14.00 WIB

PLTB Janeponto akan berdampingan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air Poso 1 di Sulawesi Tengah. Kurang maksimal bila berdiri sendiri.

Pembangkit Tenaga Angin
ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Sebuah kendaraan alat berat beroperasi di area pembangunan Pembangkit Listirk Tenaga Bayu (PLTB) di Desa Mattirotasi, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Selasa (28/11). Pembangunan PLTB dengan kapasitas 75 megawatt tersebut akan membantu pasokan listrik di Wilayah Sulselbar dan ditargetkan rampung akhir tahun 2017 dengan kekuatan putaran 30 buah turbin kincir angin.

Sebenarnya, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo, di Janeponto, Sulawesi Selatan sudah siap beroperasi pada bulan ini. Namun PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menunda jadwal beroperasi komersial atau commercial operation date (COD) pembangkit tersebut.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara PT PLN Djoko Rahardjo Abu Manan mengatakan PLTB Janeponto harus berdampingan dengan pembangkit listrik energi terbarukan lainnya yang berada dalam satu sistem jaringan listrik. Sebab, pembangkit listrik energi terbarukan memiliki sifat intermiten, yaitu tidak dapat memberikan daya 24 jam sehari.

“Tidak ada angin jalan, tidak ada angin berhenti. Harus ada yang dampingi,” kata Djoko kepada Katadata.co.id, Jumat (7/12). (Baca: Proyek Pembangkit Listrik Terbesar di Asia Tenggara Mulai Konstruksi)

Oleh karena itu, PLTB Janeponto akan berdampingan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso 1 di Sulawesi Tengah. Kedua pembangkit tersebut akan berada dalam satu sistem kelistrikan. Sehingga, jika salah satu daya pembangkit tidak maksimal, pembangkit lainnya akan menggantikan untuk menghasilkan listrik.

PLTA Poso Unit 1 ditargetkan beroperasi komersial pada Agustus 2019. PLTA Poso 1 memiliki kapasitas listrik 120 Megawatt (MW). Pembangkit ini dibangun oleh PT Poso Energy, anak usaha Kalla Energy. PLTA Poso bergantung pada delapan anak sungai yang berada di Danau Poso.

(Baca: PLN Proyeksi Pertumbuhan Listrik Tahun Depan Meningkat Jadi 6%)

Sedangkan PLTB Janeponto akan memiliki 20 turbin pembangkit tenaga angin alias Wind Turbine Generator. Dari segi teknis, tingkat komponen dalam negeri PLTB Tolo mencapai 42 %. Dengan tinggi 133 meter dan panjang baling-baling 63 meter, masing-masing turbin mampu mengalirkan listrik sebesar 3,6 Megawatt (MW), sehingga kapasitas totalnya mencapai 72 MW.

Secara fisik, PLTB Tolo ini lebih besar dari yang ada di Sindereng Rappang (Sidrap) di Sulawesi Selatan. “Tower-nya lebih tinggi dari PLTB Sidrap. Blade juga lebih panjang dari Sidrap. Tower PLTB Tolo ini lebih tinggi dari Monas,” kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar,  awal bulan lalu.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN