Jokowi Beri Sinyal Sang Menantu Tertarik Masuk Politik

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Hari Widowati

9/12/2018, 09.27 WIB

Suami Kahiyang Ayu, Bobby Nasution, kerap berdiskusi soal politik dengan Jokowi.

keluarga jokowi
Biro Pers Setpres | Muchlis Jr
Presiden Joko Widodo sedang berkumpul bersama keluarganya di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu pagi (8/12/2018).

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai membuka kemungkinan salah satu anggota keluarganya masuk ke politik. Namun, orang tersebut bukan kedua anak lelakinya melainkan menantunya yang bernama Bobby Nasution.

Hal tersebut terungkap saat Jokowi dan keluarga berbincang dengan wartawan di sebuah restoran di Kebun Raya Bogor, Sabtu (8/12). Saat itu awak media menanyakan apakah Gibran Rakabuming siap mengikuti jejak politiknya di masa depan.

Jokowi mengatakan, kedua anak lelakinya yakni Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep lebih senang mengurus usahanya saat ini. Akan tetapi berbeda dengan Bobby, Jokowi melihat suami Kahiyang Ayu ini mulai menunjukkan ketertarikan terhadap dunia politik ketimbang anggota keluarganya yang lain. Jokowi menyebutkan, Bobby kerap berdiskusi soal politik dengannya.

"Saya lihat yang feeling politiknya masuk itu Bobby. Saya lihat sudah ada keinginan berpolitik. Bicara politik juga sudah," kata Jokowi. Hal ini berbeda dengan Gibran yang lebih senang menggeluti dunia usaha.

Meski demikian, Jokowi mempersilahkan anak-anaknya untuk menggeluti jalan apapun. Apalagi, sejak kecil mereka telah diberi kebebasan untuk mencapai cita-citanya. "Tapi, prinsipnya mereka tahu yang boleh dan tidak boleh," kata Jokowi.

(Baca: Jokowi Pamer Keakraban dan Aktivitas Keluarga Bersama Wartawan)

Sementara itu, Gibran beranggapan, untuk saat ini dia mengikuti jejak Jokowi sebagai pengusaha. Namun, dia memiliki pandangannya tersendiri terhadap dunia politik. Ia mengatakan, tidak boleh masuk politik kecuali sudah mapan secara mental dan finansial. "Jadi anak muda tidak boleh apatis, harus punya pandangan politik tapi tidak boleh berpolitik (kecuali) ketika mapan mental dan ekonomi," kata Gibran.

Gibran juga mengakui seseorang harus berpolitik apabila ingin membuat kebijakan yang menyentuh rakyat banyak. Dia merasakan sebagai pengusaha swasta, kontribusi yang diberikan dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) tidak akan menyentuh banyak masyarakat bawah. "Karena pengusaha yang sukses harus ada kontribusi ke masyarakat," ujar Gibran.

Pada kesempatan tersebut, Penyanyi Tompi yang menjadi pemandu acara sempat menanyakan apakah pernyataan tersebut merupakan kode dari Gibran untuk mulai berpolitik. Namun, Gibran menjawab, politik itu harus menjadi panggilan hati. "Itu (berpolitik) kan panggilan," kata Gibran.

Bobby, yang sempat disinggung Jokowi tertarik berpolitik, memilih untuk mengikuti Gibran yang fokus membenahi dunia usaha. "Saya sama seperti Mas Gibran, di dunia usaha dulu saja," ujar Bobby sembari menggendong anaknya, Sedah Mirah.

(Baca: Harapan di Balik Nama Sedah Mirah, Cucu Perempuan Jokowi)

 

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha